SOLO, Metta NEWS – Tahun ini pemerintah melonggarkan peraturan dengan memperbolehkan umat muslim untuk melaksanakan salat Ied pada Idul Fitri tahun ini secara berjamaah di lapangan atau tempat-tempat terbuka lain.
Selain di masjid atau musala, Walikota Solo Gibran Rakabuming mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan salat Ied di jalan dan lapangan yang pada tahun-tahun sebelum pandemi sudah digunakan untuk salat ied.
Namun ada beberapa lapangan yang tidak boleh digunakan untuk salat Ied lantaran tempat tersebut akan digunakan untuk pertandingan Piala Dunia U-20 pada tahun 2023 mendatang.
“Boleh salat Ied di jalan dan lapangan tapi ada 5 lapangan yang kami larang digunakan untuk salat ied, tapi kami sudah berikan alternatif tempat penggantinya. Para camat sudah memberikan list alternatifnya, jadi tenang saja, pokoknya bisa salat ied berjamaah seperti dulu,” kata Gibran.
Kelima lapangan yang tidak boleh digunakan tersebut adalah Stadion Sriwedari, lapangan Kottabarat, Karangasem, lapangan Sriwaru dan lapangan Banyuanyar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solo, Hidayat Masykur menambahkan, Kemenag Solo sudah membuat data lokasi yang akan digunakan untuk menggelar salat ied.
“Pembatasan tidak ada karena di Solo ini ada 740 tempat ibadah, masjid atau musala ditambah 49 lokasi yang ada di luar masjid yakni di jalan atau di lapangan,” ungkap Hidayat.
Meskipun tanpa pembatasan, khusus untuk materi ceramah pihaknya tetap menghimbau tema ceramah berisi tentang perdamaian, kesejukan hidup toleransi beragama dan tentang kerukunan.
“Kalau ada lokasi baru salat ied silahkan daftar ke kami juga harus mencantumkan iman, khatib, nanti akan kita pantau beberapa hari sampai H-2 Lebaran,” jelasnya.
Untuk penerapan protokol kesehatan lanjut Hidayat, pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP dan dari kepolisian.
“Jaga jarak tetap harus ada makanya kita maksimalkan di lapangan atau di jalan agar bisa terjaga jaraknya,” pungkasnya.








