SOLO, MettaNEWS – Kreativitas para perajin lokal mewarnai gelaran Pasar Karya Cenderaloka yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 17–18 Oktober 2026. Menghadirkan 16 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Cenderaloka dari wilayah Solo Raya, kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus bentuk apresiasi terhadap karya dan potensi usaha lokal.
Beragam produk kerajinan tangan dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, Pasar Karya Cenderaloka juga menghadirkan pengalaman kreatif melalui sejumlah aktivitas yang melibatkan pengunjung secara langsung.
PIC acara, Deta, mengatakan Pasar Karya Cenderaloka dirancang sebagai wadah bagi UMKM binaan untuk memperluas promosi dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
“Pasar Karya Cenderaloka ini sebagai bentuk apresiasi kepada UMKM binaan Cenderaloka dari Solo Raya, mulai dari Solo, Klaten, hingga Sukoharjo,” ujar Deta saat ditemui di sela-sela acara.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemilik Wong Solo Group, H Puspo Wardoyo, melalui salah satu produknya, Penyetan 234.
Deta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh sponsor yang telah mensponsori acara kami Pasar Karya Cenderaloka, termasuk Bapak Puspo Wardoyo dari Wong Solo Grup,” tuturnya.
Dukungan dari kalangan dunia usaha tersebut diharapkan dapat menambah semangat para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan pasar.
Keterlibatan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha lokal yang memberikan kesempatan bagi para perajin untuk tumbuh dan meningkatkan daya saing.
Bukan Sekadar Bazar, Pengunjung Diajak Berkreasi
Pasar Karya Cenderaloka tidak hanya menghadirkan bazar kerajinan tangan. Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari lomba tari tradisional, lomba mewarnai untuk anak-anak, hingga lokakarya kreatif.
Rangkaian kegiatan tersebut membuat acara ini menjadi ruang rekreasi sekaligus sarana belajar bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Antusiasme pengunjung terlihat dari beragamnya peserta yang hadir. Peserta lomba tari tradisional dan mewarnai tidak hanya berasal dari Kota Solo, tetapi juga Semarang dan sejumlah daerah lainnya.
Sementara itu, lokakarya kreatif menarik minat peserta dari berbagai kalangan. Tidak hanya anak muda, ibu rumah tangga hingga kaum bapak turut mencoba aktivitas yang disediakan penyelenggara.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Workshop-nya juga diikuti berbagai kalangan, tidak hanya anak muda. Ada ibu-ibu rumah tangga, bahkan bapak-bapak yang ikut merangkai bunga,” ungkap Deta.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung adalah lokakarya pottery atau pembuatan gerabah dari tanah liat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal proses pembuatan kerajinan sekaligus mencoba langsung mengolah tanah liat menjadi sebuah karya.
Selain itu, aktivitas merangkai bunga juga menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengasah kreativitas melalui kegiatan yang menyenangkan.
Melalui berbagai lokakarya tersebut, pengunjung tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga berkesempatan mengenal proses kreatif di balik pembuatan sebuah karya.
Fokus Kembangkan UMKM Kerajinan Tangan
Untuk penyelenggaraan kali ini, Cenderaloka masih memusatkan perhatian pada pengembangan UMKM di sektor kerajinan tangan atau handicraft. Karena itu, bazar belum melibatkan pelaku usaha kuliner.
Deta menjelaskan, sepanjang periode 2025–2026, Cenderaloka masih berfokus mengembangkan platform bagi pelaku usaha kerajinan. Meski demikian, peluang untuk memperluas cakupan ke sektor lain, termasuk kuliner, tetap terbuka pada masa mendatang.
“Untuk saat ini, kami memang belum menghadirkan sektor makanan karena masih mengembangkan platform untuk handicraft. Mungkin ke depannya akan kami kembangkan,” jelasnya.
Fokus tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi para perajin untuk mempromosikan produk sekaligus memperluas jangkauan konsumen.
Dengan melibatkan 16 UMKM dari Solo Raya, Pasar Karya Cenderaloka menjadi salah satu wadah bagi pelaku usaha kreatif untuk membangun interaksi langsung dengan calon pembeli, memperkenalkan keunikan produk, serta melihat peluang pengembangan usaha.








