SOLO, MettaNEWS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta menggelar pemantapan akhir dan doa bersama lintas agama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula KONI Surakarta, Jumat (16/10/2026), ini menjadi momentum untuk memantapkan kesiapan atlet sekaligus memohon kelancaran selama bertanding.
Doa bersama tersebut diikuti jajaran pengurus KONI Surakarta, ketua cabang olahraga (cabor), atlet, serta ofisial. Perwakilan tujuh agama dan penghayat kepercayaan turut memimpin doa sesuai keyakinan masing-masing.
Para pemimpin doa yakni M. Subhan dari Islam, Pdt. Yudha Adi Putra, S.Fil. dari Kristen, Agoes Resi PHK, S.E. dari Hindu, Paryono Kiswo Darmoyo dari Buddha, Yustinus Tri Sabawa Hadi dari Katolik, Sundjoto dari Konghucu, serta Sumarno dari penghayat kepercayaan.
Ketua Umum KONI Surakarta, Her Suprabu, mengatakan doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar terakhir setelah para atlet menjalani berbagai persiapan, mulai dari latihan fisik, pematangan mental, hingga penyusunan strategi pertandingan.
Her menyampaikan, pelaksanaan Porprov 2026 sudah semakin dekat. Sejumlah atlet bahkan dijadwalkan mulai bertanding pada 20 Oktober, meskipun pembukaan resmi ajang tersebut dijadwalkan pada 25 Oktober 2026.
“Ini ikhtiar kita terakhir. Kemarin sudah berlatih mempersiapkan fisik, mental, dan strategi, serta sudah dilepas oleh wali kota. Tentunya tinggal menghitung hari, tanggal 20 sudah ada yang bertanding meski secara resmi tanggal 25,” tutur Her Suprabu.
Ia berharap seluruh atlet kontingen Surakarta senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemampuan untuk menunjukkan performa terbaik selama kompetisi berlangsung.
Her Suprabu menegaskan, doa bersama tersebut menjadi bekal spiritual bagi para atlet sebelum berangkat menuju arena pertandingan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya restu orang tua sebagai bagian dari dukungan moral bagi atlet dalam menghadapi kompetisi.
“Sebelum berangkat, semua meminta restu orang tua. Karena restu adalah pelengkap penting ikhtiar kita dan insyaallah mendapat hasil terbaik. Doa terbaik dari semuanya untuk hasil yang terbaik,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KONI Surakarta berharap seluruh atlet dapat bertanding secara maksimal, menjaga kondisi fisik, serta membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kota Bengawan.
Target Perbaiki Peringkat, Bidik Juara Umum
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Bimbingan Prestasi (Bimpres) KONI Surakarta, Bambang Widjanarko, menyampaikan bahwa pihaknya berharap kontingen Surakarta mampu memenuhi prediksi prestasi yang telah ditetapkan.
Target yang dicanangkan tidak hanya memperbaiki hasil pada Porprov sebelumnya, tetapi juga berupaya meraih posisi juara umum.
“Harapannya memperbaiki Porprov tahun lalu, minimal juara dua. Target juara umum,” kata Bambang.
Untuk mendukung kesinambungan prestasi, KONI Surakarta juga membuka peluang menampung atlet peraih medali emas yang masih memungkinkan tampil pada Porprov berikutnya. Perhatian khusus diberikan kepada atlet dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang dinilai berpotensi melanjutkan prestasi di tingkat provinsi.
Bambang menjelaskan, pada tahun ini Bidang Bimbingan Prestasi KONI Surakarta tidak menjalankan program pembinaan tersendiri. Pembinaan atlet diserahkan kepada masing-masing cabang olahraga.
Dengan persiapan yang telah dijalani, dukungan lintas agama, serta doa dan restu keluarga, kontingen Surakarta diharapkan mampu menghadapi Porprov 2026 dengan kesiapan optimal dan memenuhi target prestasi yang telah ditetapkan.
Kegiatan doa bersama tersebut sekaligus menjadi penegas bahwa perjuangan atlet tidak hanya bertumpu pada kesiapan fisik dan strategi, tetapi juga membutuhkan dukungan moral, kebersamaan, dan semangat untuk mengharumkan nama Kota Surakarta.










