Tinju Surakarta Bawa Pulang Empat Medali Porprov Jateng 2026, Indrasta Cahya Raih Emas pada Debutnya

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Cabang olahraga (cabor) tinju Kota Surakarta menutup perjuangannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 dengan raihan empat medali. Kontingen Kota Bengawan berhasil mengumpulkan satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu dari sejumlah kelas yang dipertandingkan.

Medali emas dipersembahkan Indrasta Cahya dari kelas 75 kilogram. Sementara itu, Muhammad Hasan menyumbangkan medali perak di kelas 86 kilogram.

Dua medali perunggu lainnya diraih Nober To Buangin dari kelas 57–60 kilogram dan Agus Betorius Subong di kelas 67 kilogram.

Sebelum pertandingan final berlangsung, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta, Her Suprabu, bersama Ketua Chef de Mission (CdM) Surakarta, Supriyanto, menyempatkan diri mengunjungi arena pertandingan. Kehadiran keduanya untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para petinju yang akan tampil di partai puncak.

Saat itu, dua petinju Surakarta, Indrasta Cahya dan Muhammad Hasan, dijadwalkan bertanding memperebutkan medali emas. Her Suprabu berharap keduanya mampu menunjukkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Kota Surakarta.

“Untuk motivasinya, tentu mereka harus tampil maksimal di partai final dan bisa membawa nama harum Kota Surakarta,” ujar Her Suprabu sebelum pertandingan.

Meski berhasil membawa pulang empat medali, hasil tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan tim. Manajer tinju Surakarta, Widagdo, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya memasang target minimal dua medali emas.

“Sebetulnya target kami paling tidak dua medali emas. Namun, inilah hasil yang bisa kami capai. Yang penting, kami masih mendapatkan emas, perak, dan dua perunggu,” kata Widagdo.

Debut Indrasta Langsung Berbuah Emas

Salah satu pencapaian paling membanggakan datang dari Indrasta Cahya. Petinju kelas 75 kilogram tersebut berhasil meraih medali emas dalam keikutsertaan pertamanya di Porprov.

Bagi Indrasta, keberhasilan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Pasalnya, Porprov Jateng 2026 juga menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam kejuaraan tingkat nasional.

Ia mengaku bersyukur kerja keras selama menjalani latihan akhirnya membuahkan hasil terbaik. Selama persiapan, Indrasta rutin menjalani latihan pagi dan sore untuk meningkatkan kemampuan serta kesiapan menghadapi pertandingan.

“Alhamdulillah, senang banget karena ini juga kejuaraan nasional pertama dan Porprov pertama saya. Alhamdulillah, dapat hasil terbaik. Saya berlatih keras setiap hari, pagi dan sore, untuk mencapai ini,” ungkapnya.

Menurut Indrasta, persiapan yang matang membuatnya mampu menjalani pertandingan dengan baik tanpa menghadapi kendala berarti.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yohan Mulia Legowo yang telah membimbing dan mendampinginya selama menjalani latihan hingga berhasil meraih medali emas.

Dukungan kedua orang tuanya juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Indrasta menekuni olahraga tinju hingga mampu mencapai podium tertinggi Porprov.

Perunggu Jadi Modal Nober untuk Berbenah

Sementara itu, Nober To Buangin menjadikan medali perunggu kelas 57–60 kilogram sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi pada kejuaraan berikutnya.

Ia menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki, terutama berkaitan dengan pengalaman bertanding dan intensitas latihan.

Menurut Nober, kesempatan menghadapi petinju dari berbagai daerah dengan kemampuan berbeda menjadi pengalaman berharga untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri.

“Kita perlu jam terbang dan latihan. Itu sangat berguna untuk mengenal petinju-petinju hebat di luar sana. Dari situ, kita bisa belajar dan mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki agar hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.

Nober berharap medali perunggu yang diraihnya tidak menjadi pencapaian terakhir. Ia ingin terus berkembang dan berusaha meraih podium tertinggi pada kompetisi mendatang, termasuk di tingkat nasional.

Evaluasi Pemusatan Latihan

Di sisi lain, Widagdo menilai persiapan menjadi salah satu aspek penting yang harus dibenahi setelah Porprov Jateng 2026. Ia berharap program pemusatan latihan ke depan dapat berjalan lebih optimal dan konsisten tanpa terganggu aktivitas lain di luar agenda pembinaan.

“Ke depan, pemusatan latihan harus benar-benar dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai pemusatan latihan terganggu oleh hal-hal lainnya,” tegasnya.

Raihan satu emas, satu perak, dan dua perunggu menjadi modal evaluasi bagi tinju Surakarta untuk meningkatkan daya saing atlet. Pembenahan program latihan, peningkatan jam terbang, serta konsistensi pembinaan diharapkan mampu mengantarkan para petinju Kota Bengawan meraih prestasi lebih baik pada kejuaraan berikutnya.