SEMARANG, MettaNEWS – Cabang olahraga (cabor) pencak silat sukses menyumbangkan tujuh medali bagi Kontingen Kota Surakarta dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026. Raihan tersebut terdiri atas dua medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Dua medali emas dipersembahkan Ginting Baharudin Putra dan Abbel Ubaedillah Hakam dari kategori tanding putra. Ginting menjadi juara di kelas D putra (60–65 kilogram), sedangkan Abbel meraih emas kelas H putra (80–85 kilogram).
Sementara itu, medali perak kategori tanding diraih Muhammad Bayu Seno Aji di kelas I putra (85–90 kilogram). Adapun Ermalia Wahyu Dwi Tama menyumbangkan medali perunggu dari kelas B putri (50–55 kilogram).
Tambahan medali juga datang dari kategori jurus. Pasangan Arif Mubarok dan Ahmad Muzaki meraih perak pada nomor ganda putra. Keduanya kembali menyumbangkan perak bersama M. Ilham Syafiq melalui nomor beregu putra.
Satu medali perunggu lainnya dipersembahkan Raka Afif Wibawa dari nomor tunggal putra.
Ginting Pertahankan Emas Porprov
Salah satu pencapaian istimewa datang dari Ginting Baharudin Putra. Pesilat kelas D putra tersebut berhasil mempertahankan medali emas yang sebelumnya juga diraih pada Porprov di Pati.
Ginting mengaku bersyukur kembali mendapatkan kesempatan menjadi juara. Menurutnya, mempertahankan prestasi membutuhkan kesiapan mental dan keberanian menghadapi setiap lawan.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk meraih medali emas kedua di Porprov. Pada Porprov sebelumnya di Pati, saya juga juara satu di kelas D. Sekarang, alhamdulillah, bisa memperoleh hasil yang sama,” ujarnya.
Perjuangan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Pada ronde ketiga pertandingan final, perolehan poin Ginting dan lawannya masih imbang.
Situasi tersebut membuatnya harus mengubah strategi dengan lebih berani melancarkan serangan. Ia menyadari bertahan dalam kondisi skor imbang berisiko membuat peluang meraih kemenangan semakin kecil.
“Di ronde ketiga poinnya masih sama. Kalau bertahan, rasanya sulit, jadi saya harus menyerang dan tampil all out,” ungkapnya.
Keberhasilan mempertahankan emas Porprov menjadi modal penting bagi Ginting untuk melanjutkan karier di level yang lebih tinggi. Peraih medali emas PON XXI tersebut berharap dapat kembali berprestasi pada PON mendatang dan memperoleh kesempatan membela Indonesia di ajang SEA Games.
Regenerasi Atlet Jadi Evaluasi
Di balik keberhasilan mengoleksi tujuh medali, tim pencak silat Surakarta masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi mendatang.
Pelatih pencak silat Kontingen Surakarta, Bahrul Ulum Muhammad, mengatakan dua medali emas dari kategori tanding telah memenuhi target yang disampaikan kepada KONI Surakarta. Namun, secara keseluruhan, pencapaian tim masih kurang satu medali emas dari target awal.
“Untuk kategori tanding, alhamdulillah hasilnya sesuai dengan target yang kami sampaikan kepada KONI, yakni dua medali emas. Walaupun secara keseluruhan target kami masih meleset satu emas, ini tetap hasil terbaik. Insyaallah, kami akan berbenah untuk Porprov mendatang,” kata Bahrul.
Menurutnya, salah satu tantangan utama terletak pada komposisi atlet. Sekitar 60 persen pesilat yang diturunkan masih berada dalam masa peralihan dari kelompok usia remaja menuju dewasa.
Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kesiapan fisik, terutama kekuatan otot yang dinilai masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan di tingkat Porprov.
“Sekitar 60 persen skuad kami merupakan atlet yang sedang beralih dari remaja ke dewasa. Dari sisi kekuatan otot memang belum begitu kuat untuk persaingan di Porprov. Namun, kami akan terus melakukan pembenahan agar pada babak kualifikasi Porprov berikutnya mereka bisa tampil lebih maksimal,” jelasnya.
Bahrul menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan teknik, penguatan fisik, hingga penambahan pengalaman bertanding. Dengan demikian, para atlet muda diharapkan semakin matang ketika menghadapi kompetisi berikutnya.
IPSI Soroti Jadwal Pertandingan
Ketua IPSI Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi, turut mengapresiasi perjuangan para atlet, ofisial, dan tim pelatih yang telah berusaha memberikan hasil terbaik bagi Kota Surakarta.
Meski demikian, ia mengakui persaingan pada kategori seni berlangsung cukup ketat. Atlet Kabupaten Boyolali dinilai tampil maksimal sehingga menjadi salah satu tantangan bagi kontingen Surakarta dalam perebutan medali.
Ito juga menyoroti jadwal pertandingan yang dinilai terlalu padat. Menurutnya, waktu pemulihan atlet perlu menjadi perhatian agar mereka dapat menjaga kondisi fisik selama kompetisi berlangsung.
“Kalau terkait kendala cuaca, kebetulan Semarang memang panas. Namun, bagi kami, itu bukan permasalahan utama. Yang menjadi perhatian justru jadwal pertandingan yang terlalu padat. Harapannya, ke depan ada jeda waktu yang lebih panjang agar atlet memiliki waktu istirahat yang cukup,” ujarnya.
Untuk menjaga kesinambungan pembinaan, IPSI Surakarta juga telah menyiapkan agenda kompetisi berikutnya. Ito menyebut terdapat rencana keikutsertaan atlet dalam kejuaraan di Thailand dan Vietnam pada Desember mendatang.
Pengalaman di Porprov Jateng 2026 diharapkan menjadi bekal penting bagi para pesilat untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
Dengan raihan dua emas, tiga perak, dan dua perunggu, pencak silat Surakarta menunjukkan potensi besar, terutama melalui atlet-atlet muda yang tengah memasuki masa transisi. Pembenahan fisik, peningkatan kualitas teknik, dan penambahan jam terbang menjadi kunci untuk menjaga prestasi Kota Bengawan pada kejuaraan mendatang.








