SOLO, MettaNEWS – Lokananta menandai perjalanan 70 tahun sebagai bagian penting sejarah musik Indonesia dengan menyiapkan ruang bagi lahirnya generasi baru musisi Tanah Air. Bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA, Lokananta resmi meluncurkan program Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 3 sekaligus membuka pendaftaran peserta pada Kamis (29/10/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi musisi muda sekaligus mengoptimalkan peran Lokananta sebagai pusat kegiatan kreatif dan komersial (creative and commercial hub) yang terus berkembang di Kota Surakarta.
Kepala Grup Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PPA, Agrie Pratama, menjelaskan bahwa Bintang Muda Lokananta merupakan program TJSL di bidang pendidikan, khususnya inkubasi musisi muda sebagai pelaku industri ekonomi kreatif.
Program tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperluas kesempatan generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, BML mengembangkan pola pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bermusik. Para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai proses produksi rekaman, pengelolaan karier, distribusi karya, hingga aspek bisnis musik.
Rangkaian program mencakup proses kurasi, Lokananta Studio Gigs, pendampingan bersama praktisi industri, rekaman profesional, perilisan karya, hingga tur promosi. Melalui tahapan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman praktis untuk membangun karier musik yang berkelanjutan dan mampu bersaing di industri kreatif.
Keberhasilan dua penyelenggaraan sebelumnya turut menjadi landasan bagi kelanjutan program ini. Pada BML Vol. 1, program mencatat skor Social Return on Investment (SROI) sebesar 7,13. Angka tersebut meningkat menjadi 7,46 pada BML Vol. 2.
Capaian tersebut menunjukkan nilai sosial yang dihasilkan program sekaligus menjadi indikator kontribusi investasi sosial PPA dalam mendukung pengembangan talenta muda dan ekosistem industri kreatif.
BML juga melibatkan sejumlah musisi dan profesional industri musik sebagai juri maupun mentor, di antaranya Iga Massardi, Lafa Pratomo, Kukuh Rizal, Endah Widiastuti, Ferry Dermawan, dan Satria Ramadhan. Keterlibatan para praktisi diharapkan mempertemukan talenta baru dengan kebutuhan serta dinamika industri musik nasional.
Lokananta Tak Hanya Merawat Sejarah
Direktur Utama PPA, M. Teguh Wirahadikusumah, menegaskan bahwa revitalisasi Lokananta tidak boleh berhenti pada pemugaran bangunan. Sebagai aset negara, Lokananta harus terus produktif dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Revitalisasi Lokananta tidak berhenti pada pemugaran gedung. Aset negara ini harus terus produktif dan menciptakan nilai. Lewat BML, Lokananta kembali melakukan hal yang dulu membuatnya besar: menemukan musisi, merekam karya baru, dan membawanya ke publik. Kami ingin kehadiran PPA di sini memberi dampak ekonomi sekaligus dampak sosial dan budaya,” ujar Teguh.
Sejak direvitalisasi dan kembali dibuka untuk publik pada 2023, Lokananta berkembang menjadi ruang yang mengintegrasikan pelestarian warisan musik, produksi kreatif, pertunjukan, kolaborasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hingga saat ini, Lokananta mencatat sebanyak 1.246.440 kunjungan dan menjadi lokasi penyelenggaraan 497 kegiatan sejak kembali dibuka untuk publik. Capaian tersebut memperlihatkan peran Lokananta sebagai ruang budaya sekaligus penggerak aktivitas ekonomi kreatif yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.
CEO Lokananta, Wendi Putranto, mengatakan bahwa peringatan tujuh dekade Lokananta bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan masa lalu. Menurut dia, pelestarian warisan musik harus berjalan beriringan dengan upaya membuka kesempatan bagi lahirnya karya-karya baru.
“Selama tujuh dekade, Lokananta telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah musik Indonesia. Namun, bagi kami, merawat warisan musik bukan sekadar menjaga apa yang telah dihasilkan pada masa lalu, melainkan juga membuka jalan bagi lahirnya karya-karya besar berikutnya. Bintang Muda Lokananta adalah wujud nyata dari semangat tersebut,” kata Wendi.
Ia berharap Lokananta menjadi tempat bagi musisi muda untuk mendapatkan lebih dari sekadar kesempatan merekam lagu. Para talenta juga perlu memperoleh pengetahuan, jaringan, serta peluang untuk membangun perjalanan karier yang berkelanjutan.
“Kami ingin Lokananta menjadi tempat di mana talenta muda tidak hanya ditemukan dan direkam, tetapi juga dibekali pengetahuan, jejaring, serta kesempatan untuk membangun karier yang berkelanjutan. Sebab, masa depan musik Indonesia tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus dipersiapkan dan diperjuangkan bersama,” lanjutnya.
Melalui BML, optimalisasi Lokananta juga diwujudkan dengan mengaktifkan kembali peran Lokananta Records sebagai wadah untuk menemukan, merekam, memproduksi, dan mendistribusikan karya musisi generasi baru. Dengan demikian, Lokananta tidak hanya menjaga kekayaan intelektual dan warisan rekaman musik Indonesia, tetapi juga berkontribusi terhadap lahirnya karya-karya baru.
Alumni BML Rasakan Manfaat Program
Manfaat program ini turut dirasakan para musisi yang pernah mengikuti penyelenggaraan sebelumnya. Dwiki dari Barmy Blokes, salah satu alumni finalis Bintang Muda Lokananta Vol. 2, menilai program tersebut layak dicoba oleh band yang sedang merintis perjalanan di industri musik.
“Bintang Muda Lokananta merupakan program yang sangat layak dicoba, terutama bagi band yang masih merintis perjalanan di industri musik. Melalui rangkaian workshop, rekaman profesional, hingga tur promosi, program ini memberikan kesempatan untuk menambah wawasan, memperluas jaringan, dan mendapatkan pengalaman baru. Barmy Blokes menjadi salah satu band yang beruntung bisa menjalani proses tersebut,” ungkap Dwiki.
Pengalaman alumni tersebut menjadi gambaran bahwa program inkubasi tidak hanya memberi ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya, tetapi juga membantu mereka memahami berbagai aspek profesional yang dibutuhkan dalam industri musik.
Bagi PPA, keberlanjutan BML merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam menciptakan nilai yang melampaui aspek ekonomi. Program ini diharapkan menghasilkan dampak sosial melalui pengembangan kapasitas generasi muda serta dampak budaya melalui pelestarian dan regenerasi ekosistem musik Indonesia.
Pendaftaran Bintang Muda Lokananta Vol. 3 Dibuka hingga 31 Desember
Perwakilan juri Bintang Muda Lokananta Vol. 3, Bonita, menyampaikan bahwa program ini membuka kesempatan bagi musisi dari Solo maupun berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti proses inkubasi dan pengembangan karier musik.
Pendaftaran Bintang Muda Lokananta Vol. 3 dibuka secara gratis mulai 29 Oktober hingga 31 Desember 2026 melalui situs resmi www.lokanantabloc.com.
Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan para musisi muda yang ingin mengembangkan kemampuan, memperluas jaringan, dan mempersiapkan karya agar dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.
Melalui penyelenggaraan BML Vol. 3, PPA dan Lokananta berharap regenerasi musisi Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan. Di tengah peringatan 70 tahun Lokananta, program ini sekaligus menjadi langkah untuk menjaga warisan musik nasional agar tetap hidup, relevan, dan terus melahirkan karya baru bagi perjalanan industri musik Indonesia.
Tentang PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA merupakan bagian dari Danantara dan berperan sebagai instrumen strategis pemerintah dalam bidang restrukturisasi dan investasi alternatif di lingkungan BUMN.
PPA mengembangkan portofolio bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai berkelanjutan melalui empat pilar utama, yakni Jasa Konsultasi dan Restrukturisasi, Investasi/SSF, Optimalisasi Aset, serta Manajemen Aktif. Keempat pilar tersebut mendukung restrukturisasi korporasi, optimalisasi aset, dan penyediaan solusi investasi.
Dengan mengoptimalkan pengalaman, kapabilitas, dan kapasitas keuangan yang dimiliki, PPA berkomitmen mendukung pemulihan kinerja dan penguatan fundamental BUMN secara terukur dan berkelanjutan. Pemegang saham PPA adalah Negara Republik Indonesia dan PT Danantara Asset Management (Persero).
Program TJSL PPA berfokus pada tiga pilar, yaitu pendidikan, pemberdayaan usaha mikro dan kecil, serta lingkungan.








