SOLO, MettaNEWS – Jaringan klinik gigi FDC Dental Clinic memperluas jangkauan layanan kesehatan dengan membuka cabang baru di Kota Solo. Berlokasi di Jalan Slamet Riyadi No. 127, Kemlayan, Serengan, klinik ini menghadirkan layanan kesehatan gigi dengan dukungan teknologi digital, fasilitas modern, serta pelayanan dokter umum dan spesialis.
Pembukaan cabang pada Jumat (16/10/2026) menjadi bagian dari upaya FDC memperluas akses kesehatan gigi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, bukan hanya ketika mengalami keluhan.
Founder & CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, mengatakan Solo dipilih karena perkembangan ekonomi, sektor jasa, ekonomi kreatif, serta perhatian terhadap kesehatan yang dinilai menjadi potensi bagi pengembangan layanan kesehatan gigi.
“Kenapa memilih Solo? Seiring dengan perkembangan Kota Solo, baik dari tingkat ekonomi maupun dari sisi pemerintahan, juga didorong sekali ke arah awareness kesehatan dan ekonomi kreatif. Itu yang akhirnya mendorong FDC ke kota ini,” ujar Ita saat pembukaan klinik.
Menurut dia, FDC juga ingin memperluas standar pelayanan yang telah dikembangkan secara nasional agar semakin mudah dijangkau masyarakat Solo dan sekitarnya.
“FDC sendiri dalam pembukaan cabang memiliki tujuan untuk menjadi solusi terhadap masalah yang ada di masyarakat, yaitu ke dokter gigi itu mahal, menakutkan, kemudian lama. Dengan kehadiran FDC ini diharapkan ke dokter gigi jadi menyenangkan,” katanya.
Ita menjelaskan, FDC berupaya menciptakan pengalaman perawatan yang lebih nyaman melalui desain interior, transparansi biaya, serta pemanfaatan teknologi. Pasien juga dapat memberikan ulasan dan penilaian terhadap pelayanan dokter melalui aplikasi FDC Dental Clinic.
“Dengan adanya aplikasi, pasien itu bisa memberikan review, bisa memberikan bintang. Alhamdulillah, hari ini sudah lebih dari dua juta pengguna dan rata-rata ratingnya di FDC ini 4,9,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran FDC di Solo dapat menjadi pijakan untuk memperluas jaringan pelayanan kesehatan gigi ke berbagai wilayah Indonesia.
“Solo ini adalah The Spirit of Java. Makanya dengan kita membuka di Solo, semoga keberhasilan untuk membuka di Solo ini juga menjadi semangat untuk memperluas FDC ke seluruh Indonesia,” tambah Ita.
Kembangkan Teknologi dan Layanan Digital
FDC Dental Clinic mengembangkan layanan digital melalui aplikasi yang memungkinkan pasien memilih cabang, dokter, jadwal perawatan, serta mengetahui estimasi biaya secara transparan. Perusahaan juga memperkenalkan FDC Tooth Analyzer, teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pemeriksaan kondisi gigi.
Selain layanan di klinik, FDC berencana menghadirkan FDC Smile Bus di Kota Solo melalui program Menjemput Senyum. Program tersebut dikembangkan melalui FDC Foundation untuk memperluas akses pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi, termasuk kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan.
Ita menjelaskan, kegiatan sosial menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. FDC Foundation menjalankan program yang mencakup tiga pilar, yakni kesehatan, pendidikan, serta sosial budaya.
“Spiritnya FDC sendiri bukan take and give, bukan give and take, tetapi gift. Dengan kita berbagi, akhirnya kita bisa menerima lebih banyak keberkahan dan keberlimpahan,” tuturnya.
Sebelum peresmian cabang Solo, pada Kamis (15/10/2026), FDC menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan gigi gratis menggunakan teknologi AI, konsultasi dengan dokter, serta penyerahan bantuan sosial kepada Komunitas Difabel Berdaya Kota Solo Raya dan anak-anak Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darul Falah Solo Baru.
FDC juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai kelompok masyarakat untuk memperluas kegiatan edukasi kesehatan gigi.
Target Layani Masyarakat Solo Raya
Strategic Office Manager FDC, Ubay Syakhisk Arbi Mohamad, mengatakan kebutuhan pelayanan kesehatan gigi di Indonesia masih besar. Menurut dia, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi sehingga edukasi dan akses layanan perlu terus diperluas.
“Kalau kita ngomongin market share di Solo ataupun nasional, sebetulnya kurang lebih 80 persen masyarakat Indonesia itu punya masalah gigi. Kalau kita lihat dari populasi Solo yang sekitar satu juta kurang lebih, berarti mungkin ada 400 ribu orang yang butuh ke dokter gigi. Kita optimistis dengan posisi yang kami miliki itu bisa membantu masyarakat Solo untuk mendapatkan hasil lebih baik,” kata Ubay.
Ia menjelaskan, FDC menyediakan beragam layanan mulai dari pemeriksaan umum, scaling atau pembersihan karang gigi, penambalan, pemutihan gigi atau bleaching, perawatan ortodonti menggunakan behel, hingga tindakan spesialis.
Menurut Ubay, biaya layanan disesuaikan dengan jenis tindakan dan kondisi pasien. Ia menyebut pemeriksaan dan pembersihan karang gigi menjadi salah satu layanan dengan harga mulai Rp149.000.
FDC juga menyiapkan sejumlah promo khusus pembukaan cabang Solo, antara lain untuk layanan scaling, behel metal, penambalan gigi depan dan belakang, serta perawatan ortodonti tertentu. Biaya akhir tetap bergantung pada jenis perawatan dan hasil pemeriksaan dokter.
Terkait program sosial, Ubay mengatakan pihaknya ingin memperluas jangkauan edukasi agar semakin banyak warga memperoleh informasi tentang pentingnya merawat gigi sejak dini.
“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan edukasi kepada masyarakat, entah itu berdasarkan permintaan ataupun program yang dijalankan FDC sendiri. Untuk Solo, sekarang kami baru terbatas di komunitas difabel dan komunitas yang akan kami dampingi, tetapi kami sangat terbuka apabila ada komunitas yang ingin meminta penyuluhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, FDC Foundation juga akan menjajaki kerja sama dengan berbagai komunitas, termasuk kelompok ibu dan anak, serta posyandu, agar edukasi kesehatan gigi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Perawatan Gigi Anak Sejak Dini
Layanan kesehatan gigi anak menjadi salah satu perhatian FDC melalui FDC Children. Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Alivy Aulia Az Zahra, Sp.KGA, menjelaskan layanan tersebut ditujukan bagi anak sejak usia dini hingga sekitar 15–18 tahun, sesuai kebutuhan perawatan masing-masing pasien.
Pelayanan mencakup tindakan preventif atau pencegahan maupun kuratif atau pengobatan. Fasilitas yang nyaman, area bermain, serta buku bacaan disiapkan agar anak tidak merasa takut ketika berkunjung ke dokter gigi.
“Biasanya anak-anak itu takut ke dokter gigi. Harapannya, dengan kita memberikan setting tempat yang lebih nyaman, di depan juga ada tempat untuk bermain dan membaca buku, anak-anak bisa lebih nyaman. Jadi, mereka tidak merasa bahwa ke dokter gigi itu menyeramkan, tetapi suatu experience yang menyenangkan,” jelas Alivy.
Ia mengingatkan bahwa masalah gigi pada anak sebenarnya dapat dicegah melalui pemeriksaan dan perawatan yang tepat sejak awal. Namun, masih banyak orang tua yang membawa anak ke dokter gigi ketika sudah mengalami sakit gigi.
“Harapan kami, orang tua datang ke dokter gigi itu pada saat usia satu tahun, selambat-lambatnya untuk kunjungan pertama, atau ketika gigi pertama tumbuh,” katanya.
Menurut Alivy, kunjungan awal penting untuk memberikan edukasi mengenai cara merawat gigi anak, pola konsumsi makanan dan minuman, serta teknik menyikat gigi yang benar.
Ia juga menekankan bahwa gigi berlubang sebaiknya segera ditangani meskipun belum menimbulkan rasa sakit.
“Jangan datang ketika ada keluhan. Kalau sudah ada keluhan dan sakit, biasanya lubangnya sudah besar. Tidak ada keluhan bukan berarti tidak ada masalah. Bisa saja tidak ada keluhan, tetapi lubangnya masih kecil. Dari lubang kecil itu harus segera kita tambal sebelum menjadi besar dan ada keluhan,” paparnya.
Selain penambalan, tindakan pencegahan dapat dilakukan pada gigi geraham yang belum berlubang tetapi berisiko mengalami kerusakan. Salah satunya melalui pelapisan gigi atau fissure sealant untuk membantu mencegah terjadinya karies.
Melayani Bedah Mulut hingga Gigi Bungsu
Selain dokter gigi umum dan spesialis gigi anak, cabang Solo juga menyediakan layanan spesialis bedah mulut.
Dokter Spesialis Bedah Mulut, drg. Danang Dewantara, Sp.BM, menjelaskan bahwa layanan tersebut mencakup penanganan gigi impaksi, termasuk gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna atau mengalami gangguan pertumbuhan.
“Bedah mulut masuk parsial di sini. Saya menjelaskan sedikit karena sudah dijelaskan oleh dokter spesialis. Di Solo ini juga melayani tindakan gigi, termasuk gigi-gigi impaksi dan gigi bungsu,” kata Danang.
Kehadiran layanan spesialis diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh penanganan sesuai kondisi gigi dan mulut tanpa mengabaikan kebutuhan pemeriksaan awal.
Sementara itu, Head of Sales & Operation FDC Dental Clinic, Aris Budiarto, mengatakan pembukaan cabang Solo menjadi bagian penting dalam memperkuat keberadaan FDC di wilayah Jawa Tengah.
“Solo tentu kota yang tidak akan kita lewatkan. Solo merupakan penyempurna dari keberadaan kita di wilayah Pulau Jawa atau Jawa Tengah pada umumnya,” ujar Aris.
Ia mengatakan FDC ingin turut membantu Pemerintah Kota Solo meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui standar pelayanan, fasilitas klinik, dan dukungan tenaga medis.
“Di cabang Solo ini kita ingin berpartisipasi membantu Pemerintah Kota Solo dalam meningkatkan wajah Kota Solo menjadi lebih baik lagi, khususnya dalam perawatan gigi. Kita memberikan standar baru dalam konteks pelayanan gigi, dari sisi tempat kliniknya kemudian juga pelayanan para dokter kami. Kita maksimalkan untuk memberikan value yang berbeda sehingga benar-benar bisa memberikan kualitas perawatan tinggi kepada masyarakat Solo,” katanya.
Aris menyebut cabang Solo memulai operasional dengan lima dokter, terdiri atas tiga dokter gigi umum dan dua dokter spesialis. FDC juga menyiapkan tenaga perawat serta petugas administrasi untuk mendukung pelayanan pasien.
Target 100 Cabang pada Akhir 2026
Didirikan pada 2010 oleh drg. Ita Lestari, MARS, FDC Dental Clinic menyatakan telah mengembangkan jaringan menjadi lebih dari 70 cabang yang tersebar dari Medan hingga Sorong. Cabang Solo menjadi bagian dari ekspansi jaringan perusahaan, dengan target mencapai 100 cabang pada akhir 2026.
FDC juga mencatat lebih dari 60.000 reservasi pasien setiap bulan. Di tengah ekspansi tersebut, perusahaan menyatakan tetap mengutamakan kualitas pelayanan, pengalaman pasien, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemudahan akses layanan kesehatan gigi.
Melalui pembukaan cabang di Solo, FDC berharap semakin banyak masyarakat melakukan pemeriksaan secara berkala dan memahami bahwa menjaga kesehatan gigi tidak perlu menunggu hingga muncul rasa sakit.








