KLATEN, MettaNEWS – Penerapan talenta digital Indonesia dimulai sejak usia sekolah melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, industri, dan organisasi masyarakat. Upaya tersebut menjadi penopang mencetak generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu beraktivitas secara aman, produktif, dan bertanggung jawab di ruang digital.
Literasi digital harus dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus memahami berbagai risiko yang ada di ruang digital.
Senada dengan terapan tersebut SD Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Janti, Kabupaten Klaten sejak 2025 menerapkan kolaborasi mata pelajaran dan ekstrakulikuler Digital Kreator setiap hari Sabtu.
Kepala Sekolah MIM Janti, Nurrochim Ngalimudin menjelaskan dalam kegiatan digital tersebut pelajar diajari membuat dan mengedit video, canva, dan coding dasar. Adanya signal pemancar BTS disamping sekolah serta telepon pintar milik orang tua yang boleh di bawah murid ke sekolah setiap Sabtu , semakin membuat semangat pelajar mengikuti kegiatan.
“Kami ingin mengubah kebiasaan anak yang sebelumnya hanya melihat atau menikmati konten menjadi anak yang mampu membuat konten, desain, dan karya digital sendiri. Teknologi bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi,” tutur Nurrochim.
Melalui kegiatan Digital Kreator, siswa memiliki kesempatan untuk membuat desain, video, dan karya digital lainnya. Hasil karya tersebut juga bisa menjadi dokumentasi perkembangan keterampilan mereka.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu, bukan sekadar menjadi penonton. Ke depan, kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk pendidikan berikutnya dan menghadapi tantangan masa depan,” ungkap Nurrochim Ngalimudin.

[Bram Selo AM/Mettanews]
Pelajar SD Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Janti (MIM Janti), kecamatan Polan Harjo dengan gawai mendengarkan guru sekolah mereka di MIM Janti, Klaten, Jawa Tengah (14/10). Sekolah tersebut menyelenggarakan kegiatan ekstra digital kreator untuk semua kelas dengan tujuan pelajar secara bertahap mampu membuat desain, video, serta karya digital lainnya.[Bram Selo AM/Mettanews]

[Bram Selo AM/Mettanews]
Pelajar SD Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Janti (MIM Janti), kecamatan Polan Harjo dengan gawai mendengarkan guru sekolah mereka di MIM Janti, Klaten, Jawa Tengah (14/10). Sekolah tersebut menyelenggarakan kegiatan ekstra digital kreator untuk semua kelas dengan tujuan pelajar secara bertahap mampu membuat desain, video, serta karya digital lainnya. [Bram Selo AM/Mettanews]

[Bram Selo AM/Mettanews]
Pelajar SD Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Janti (MIM Janti), kecamatan Polan Harjo dengan gawai mendengarkan guru sekolah mereka di MIM Janti, Klaten, Jawa Tengah (14/10). Sekolah tersebut menyelenggarakan kegiatan ekstra digital kreator untuk semua kelas dengan tujuan pelajar secara bertahap mampu membuat desain, video, serta karya digital lainnya. [Bram Selo AM/Mettanews]

[Bram Selo AM/Mettanews]
Pelajar SD Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Janti (MIM Janti), kecamatan Polan Harjo menggunakan barcode untuk presensi digital di MIM Janti, Klaten, Jawa Tengah (14/10). Sekolah tersebut menyelenggarakan kegiatan ekstra digital kreator untuk semua kelas dengan tujuan pelajar secara bertahap mampu membuat desain, video, serta karya digital lainnya. [Bram Selo AM/Mettanews]

[Bram Selo AM/Mettanews]

















