Tokopedia dan TikTok Shop Jadi Platform Digital Pertama Tampilkan Produk Lokal Kurasi Kemendag

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal berkualitas hasil kurasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melalui program Pilihan BuSan dalam ekosistem #BeliLokal.

Kolaborasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan #WaktunyaSTARt #JualanNyaman: Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal yang digelar di Solo, Senin (21/9/2026). Kegiatan itu diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari Solo dan sekitarnya.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai legalisasi usaha, pembuatan konten digital, hingga pemanfaatan affiliate marketing untuk memperluas pasar.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso mengapresiasi Tokopedia dan TikTok Shop yang menyediakan ruang khusus bagi produk Pilihan BuSan.

Menurut Budi, Pilihan BuSan merupakan produk UMKM yang telah melalui proses kurasi secara selektif oleh Kemendag untuk memastikan kualitasnya.

“BuSan ini singkatan Budi Santoso. Jadi produk UMKM dikurasi secara selektif, benar-benar kualitasnya bagus. Nanti kami pajang di ruang tamu saya. Jadi semua bisa melihat. Kalau ada tamu dari mana saja, dari dalam negeri, dari luar negeri,” ungkap Budi dalam sambutannya.

Budi mengatakan, Kemendag juga memfasilitasi produk Pilihan BuSan untuk mengikuti pameran internasional Trade Expo Indonesia yang digelar setiap Oktober. Pada 2025, sejumlah produk Pilihan BuSan yang mengikuti pameran tersebut berhasil menembus pasar ekspor.

“Sudah banyak juga produk Pilihan BuSan yang masuk ke supermarket. Nah, sekarang baru pertama kali dengan Tokopedia. Jadi kalau sudah masuk produk Pilihan BuSan, berarti produk UMKM tersebut sudah ada di Tokopedia dan TikTok Shop. Sekali lagi terima kasih,” bebernya.

Executive Director Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan Kemendag yang memilih Tokopedia dan TikTok Shop sebagai platform digital pertama untuk menampilkan produk Pilihan BuSan kepada masyarakat luas.

“Ini sejalan dengan upaya Kementerian Perdagangan dalam memperkuat tata kelola perdagangan digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen, serta daya saing produk lokal,” ujarnya.

Stephanie menjelaskan, kolaborasi #BeliLokal dan Pilihan BuSan merupakan bagian dari upaya memperluas akses dan visibilitas bagi penjual lokal yang telah melalui proses kurasi.

Dengan konektivitas yang telah menjangkau sekitar 98 persen wilayah berpenduduk, menurut Stephanie, fokus Tokopedia dan TikTok Shop kini tidak hanya mendorong UMKM masuk ke ranah digital, tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing.

“Melalui muatan kapasitas serta perluasan pasar. Melalui kolaborasi Beli Lokal dan Pilihan BuSan, kami memberikan akses dan visibilitas yang lebih luas kepada penjual lokal terkurasi. Sehingga makin banyak konsumen, dapat menemukan produk berkualitas dan dari penjual terpercaya dari berbagai kategori,” jelasnya.

UMKM Solo Berkontribusi Besar terhadap Ekonomi Daerah

Kolaborasi tersebut juga dinilai relevan dengan kondisi ekosistem UMKM di Kota Solo. UMKM berkontribusi sekitar 57 persen terhadap PDRB Kota Solo dan menyerap 36 persen tenaga kerja lokal.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengatakan UMKM menjadi bagian penting dari perekonomian Kota Solo. Ia menyebut kajian BRIDA menunjukkan UMKM berpotensi memberikan kontribusi hingga 43 persen terhadap PDRB kota.

“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian Solo. Kajian BRIDA menunjukkan UMKM berpotensi menyumbang hingga 43 persen PDRB kota Solo. Jadi kami menyambut baik inisiatif #BeliLokal dari Tokopedia dan TikTok Shop, yang mendorong penguatan legalitas usaha serta pemanfaatan konten digital untuk memperluas pasar,” ujar Respati.

Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM Solo memanfaatkan ekosistem digital untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produknya.

Respati juga mengajak pelaku UMKM untuk berani meningkatkan nilai produk melalui kualitas dan pengemasan narasi yang menarik.

“Mulai beranilah berjualan mahal. Dengan meningkatkan kualitas, kuantitas ditekan. Maka konsep 80:20 ini menjadi nyata. Contohnya, sesuatu hal yang biasa ketika dinarasikan, di konten yang menarik, punya nilai jual lebih, harganya bisa jadi mahal,” ungkapnya.

Sementara itu, melalui ekosistem #BeliLokal, penjual Tokopedia dan TikTok Shop di Solo mencatat peningkatan pesanan sebesar 57 persen. Data tersebut menunjukkan peluang platform digital dalam membantu pelaku usaha lokal memperluas pasar hingga di luar komunitas konsumen di wilayahnya.

Discovery Commerce Buka Peluang Baru bagi UMKM

Seiring perubahan kebiasaan belanja masyarakat, kemampuan membuat konten serta memanfaatkan affiliate marketing semakin penting bagi UMKM.

Melalui fitur LIVE dan video pendek, penjual dapat memperkenalkan produk dengan format yang lebih interaktif sekaligus menjangkau audiens baru. Konten tersebut juga dapat mengubah proses penemuan produk menjadi peluang transaksi.

Tokopedia dan TikTok Shop sebelumnya meluncurkan #WaktunyaSTARt #JualanNyaman pada 2024 sebagai bagian dari inisiatif #BeliLokal untuk membantu UMKM naik kelas.

Sejak diluncurkan, program tersebut telah memberdayakan sekitar 4.800 peserta, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, melalui pelatihan legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing.

Di Solo, program tersebut kembali memberikan kesempatan kepada UMKM untuk memperkuat keterampilan digital. Secara nasional, pesanan melalui LIVE tumbuh 59 persen, sementara pesanan melalui video pendek meningkat 135 persen. Pesanan yang dihasilkan affiliate creator juga meningkat 170 persen.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat pemanfaatan konten digital adalah Batik Baron Solo. Nilai transaksi Batik Baron Solo di Tokopedia dan TikTok Shop tercatat tumbuh hampir 250 persen selama Ramadan 2026 setelah memanfaatkan video pendek dan LIVE di TikTok.

Selain itu, affiliate creator Inem Jogja menggelar sesi LIVE selama 10 jam untuk membantu UMKM mendapatkan eksposur sekaligus meningkatkan peluang penjualan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem discovery commerce yang aman, tepercaya, dan inklusif, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal berkualitas kepada konsumen di berbagai wilayah Indonesia.