Wawali Astrid Dorong Creator dan Affiliate Bantu Perluas Pasar Produk Lokal

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS  – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong para content creator dan affiliate untuk mengambil peran lebih besar dalam memperluas pasar produk lokal. Perkembangan ekonomi digital dinilai membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen lebih luas melalui kreativitas dan kolaborasi.

Hal tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri Worth It Circle – Private Gathering Batch 4 bertema “Worth It Circle Next Level Affiliate” di Hotel Solia Zigna, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang digelar Worth It Circle (WIC) Agency tersebut mempertemukan sekitar 30-60 creator aktif TikTok Shop dan marketplace dari Solo dan sekitarnya. Pertemuan itu menjadi ruang bagi creator, affiliate, brand, dan pelaku usaha untuk membangun jejaring serta membuka peluang kolaborasi.

Astrid mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai dapat mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem ekonomi digital.

“Perkembangan ekonomi digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi membuka ruang baru untuk berkarya, membangun usaha, dan memperluas pasar,” kata Astrid.

Menurut Astrid, profesi content creator dan affiliate kini telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Kreativitas dalam menghasilkan konten, kemampuan membangun kepercayaan dengan audiens, serta pemanfaatan platform digital dapat menjadi kekuatan untuk membantu produk lokal dikenal lebih luas.

“Kita memiliki banyak UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dengan produk yang potensial. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut tidak hanya bagus, tetapi juga mampu menemukan pasar yang tepat. Di sinilah kolaborasi antara creator, affiliate, brand, dan UMKM menjadi penting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap unsur memiliki peran dalam membangun ekosistem ekonomi digital. Creator memiliki kemampuan membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat, sedangkan brand dan pelaku usaha memiliki produk serta inovasi.

Sementara itu, pemerintah berperan menciptakan ekosistem yang mendukung agar kolaborasi antara berbagai pihak tersebut dapat terus berkembang.

Astrid berharap Worth It Circle tidak berhenti sebagai ruang networking, tetapi dapat berkembang menjadi wadah yang melahirkan kolaborasi dan transaksi nyata bagi pelaku usaha.

“Teman-teman creator juga kami dorong untuk terus meningkatkan kapasitas. Tidak hanya mengejar jumlah views atau followers, tetapi juga membangun kredibilitas, kreativitas, konsistensi, dan profesionalisme. Jadikan kemampuan digital sebagai modal untuk membuka peluang yang lebih luas,” kata Astrid.

Selain mendorong para creator, Astrid juga mengajak brand dan pelaku usaha memanfaatkan komunitas seperti Worth It Circle untuk menemukan mitra baru, memahami perilaku konsumen, serta mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pertemuan antara kreativitas dan produk berkualitas melalui kolaborasi yang kuat dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di Kota Surakarta.

“Ketika kreativitas bertemu dengan produk yang berkualitas dan didukung kolaborasi yang kuat, maka akan muncul nilai ekonomi baru yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tuturnya.

Astrid menegaskan Pemkot Surakarta terbuka untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi digital. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, creator, brand, dan UMKM dinilai penting agar potensi kreativitas di Kota Surakarta dapat berkembang menjadi peluang usaha.

“Dari pertemuan sederhana hari ini dapat lahir kerja sama yang memberikan dampak besar ke depannya. Mari bersama-sama menjadikan Surakarta sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan anak muda,” pungkasnya.