MAGELANG, MettaNEWS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penyelenggaraan Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang menjadi salah satu daya ungkit perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, saat membuka Borobudur Indonesia Expo 2026, Kamis (17/9/2026).
Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono turut hadir dan membuka langsung event yang berlangsung selama empat hari, hingga Minggu (20/9/2026).
Menurut Sumarno, penyelenggaraan event seperti Borobudur Indonesia Expo penting bagi Kota Magelang. Sebab, sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki peran besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.
“Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata,” kata Sumarno.
Ia menambahkan, pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ekonomi kreatif. Melalui berbagai event, produk UMKM dan ekonomi kreatif dapat ditampilkan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan pasar.
Sumarno menyebut kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang cukup besar. Karena itu, diperlukan lebih banyak kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat ke Kota Magelang untuk berbelanja sekaligus menikmati berbagai produk UMKM dan ekonomi kreatif.
Ia berharap berbagai event di Kota Magelang tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga membuka jejaring antarpelaku UMKM di Kota Magelang dengan daerah-daerah lain di Jawa Tengah.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan ini bisa mengangkat UMKM-UMKM yang ada di Kota Magelang dan bisa membangun jaringan-jaringan dengan UMKM di kabupaten yang lain,” kata Sumarno.
Dengan terbentuknya jejaring tersebut, kegiatan ekonomi diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, baik di Kota Magelang maupun Jawa Tengah.
Kota Magelang Andalkan SDM dan Ekonomi Kreatif
Dalam sambutannya, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan penyelenggaraan event menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Magelang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ia menyebut Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam. Karena itu, kekuatan kota diarahkan pada sumber daya manusia (SDM), inovasi, kreativitas, serta sektor jasa dan ekonomi kreatif.
“Tidak ada tambang, tidak ada hutan, tidak ada kebun, tidak ada pabrik. Adanya adalah SDM yang mempunyai kualitas tinggi, SDM yang mempunyai inovasi, kreativitas tinggi,” kata Damar.
Menurutnya, hampir setiap pekan terdapat event di Kota Magelang, baik berskala lokal, regional, nasional maupun internasional.
“Karena saya meyakini dengan event, pertumbuhan ekonomi ini akan bergerak tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Dalam Borobudur Indonesia Expo 2026, Pemkot Magelang menargetkan kehadiran 150 stan dan sekitar 40.000 pengunjung. Sementara transaksi selama empat hari pelaksanaan ditargetkan mencapai sedikitnya Rp2 miliar.
Namun, Damar menegaskan capaian transaksi bukan menjadi satu-satunya tujuan penyelenggaraan event tersebut. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan kerja sama baru, membuka pasar bagi produk UMKM, mempertemukan pelaku usaha dengan mitra, sekaligus menciptakan peluang baru bagi koperasi.
“Harapan kami ada kemanfaatan ekonomi. Ada kerja sama baru yang terbentuk, ada produk yang mendapatkan pasar baru, ada UMKM yang menemukan mitra baru, ada koperasi yang menemukan peluang baru,” katanya.
Promosikan Potensi Kawasan Borobudur
Borobudur Indonesia Expo 2026 juga diarahkan menjadi ruang promosi bagi potensi ekonomi kawasan penyangga destinasi pariwisata Borobudur.
Damar mengatakan Borobudur tidak berdiri sendiri. Di kawasan sekitarnya terdapat berbagai potensi UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, serta usaha yang berkembang dari sektor pariwisata.
Karena itu, Pemkot Magelang melibatkan wilayah Purwo Manggung, yang terdiri atas Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.
Pelibatan daerah-daerah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas ekonomi kawasan sekaligus memperluas pasar bagi produk lokal.
Menteri Koperasi Dorong UMKM Bentuk Koperasi
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata di Kota Magelang serta Jawa Tengah untuk membentuk badan usaha koperasi.
Menurut Ferry, sebagian besar pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara perorangan sehingga menghadapi keterbatasan dalam mengakses modal, pasar, maupun teknologi.
“Kita mendorongnya untuk membentuk koperasi. Sehingga nanti proses transformasi dari usaha yang sebelumnya perorangan menjadi punya badan usaha, mereka nanti bisa lebih mudah mengakses modal, mengakses pasar, mengakses teknologi dan lain sebagainya,” kata Ferry usai acara pembukaan.
Ia mengatakan Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan, inkubasi hingga pembiayaan bagi badan usaha koperasi yang dibentuk para pelaku usaha.
Ferry juga menilai sektor ekonomi kreatif memiliki peluang untuk dikembangkan melalui koperasi. Hal itu mencakup berbagai bidang, seperti ilustrator, konten kreator, animator, pelaku fashion, kerajinan, hingga produk wastra khas daerah.
Selain memperkuat sisi produksi, Kementerian Koperasi juga mendorong produk UMKM lokal masuk ke gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Bersama dengan kehadiran KDKMP yang nanti juga akan menyerap hasil produk UMKM lokal, dari sisi produksi bisa didampingi, diinkubasi, dibiayai secara baik. Jadi ini bisa terbentuk ekosistem ekonomi usaha di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Ferry menambahkan, hasil kunjungannya ke Kota Magelang akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk pemerintah kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.
Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pelaku UMKM, koperasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif tersebut, Borobudur Indonesia Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi, tetapi juga membuka jejaring usaha serta peluang ekonomi baru di kawasan Borobudur dan Jawa Tengah.








