SOLO, MettaNEWS – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta, membuat puluhan warga harus mengungsi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memastikan kebutuhan para pengungsi tetap terpenuhi dan menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi kebakaran kembali memburuk.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, sebanyak sekitar 75 warga sempat mengungsi di Pendopo Kalurahan Mojosongo. Namun, setelah kondisi dinilai memungkinkan, sebagian warga memilih kembali ke rumah masing-masing.
“Ada 75 warga yang mengungsi, namun ada beberapa sudah kembali, sehingga kini tinggal belasan warga,” kata Respati seusai mengikuti rapat koordinasi darurat penanganan kebakaran TPA Putri Cempo, Kamis (3/9/2026) malam.
Rakor tersebut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, Danrem, Polda Jawa Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, serta unsur terkait lainnya.
Pertemuan membahas perkembangan terbaru kebakaran sekaligus langkah penanganan dan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
Respati memastikan dapur umum masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.
“Hari ini dapur umum tetap berjalan, kita supply makanan,” ujarnya.
Selain kebutuhan konsumsi, Pemkot Surakarta juga menyiapkan sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi apabila warga membutuhkan pengungsian sewaktu-waktu.
Masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Putri Cempo juga diminta segera melapor kepada pemerintah jika mengalami keluhan akibat kebakaran maupun membutuhkan bantuan evakuasi.
“Kami sudah menyiapkan tempat-tempat untuk evakuasi. Dan kami akan membagi masker bagi warga sekitar,” kata Respati.
Titik Api Masih Terlihat
Setelah mengikuti rakor, Respati langsung meninjau sejumlah titik di kawasan TPA Putri Cempo. Dari hasil peninjauan, masih terlihat titik-titik yang menyala di area gunungan sampah.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan proses penanganan kebakaran terus berjalan.
Kebakaran TPA Putri Cempo menjadi perhatian serius Pemkot Surakarta karena lokasinya berdekatan dengan permukiman dan sejumlah fasilitas pendidikan.
Sekolah Bisa Diliburkan
Dampak kebakaran juga dirasakan oleh sekolah di sekitar TPA Putri Cempo. Sebelumnya, SMP Negeri 5 Surakarta dan SD Tegalsari dipulangkan lebih cepat akibat kondisi di lapangan.
Pemkot belum memastikan apakah kegiatan belajar mengajar akan berlangsung normal. Keputusan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi keselamatan siswa maupun guru.
Respati mengatakan terdapat beberapa opsi yang disiapkan, mulai dari pembelajaran seperti biasa, pembelajaran jarak jauh (PJJ), hingga meliburkan sekolah untuk sementara.
“Tentunya nanti akan kita sesuaikan tanggap darurat, kita lihat kondisinya. Apabila memang perlu diliburkan sementara, akan kita liburkan sementara,” ujarnya.
Pemkot Surakarta telah menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 3 September 2026. Status tersebut menjadi dasar penguatan penanganan kebakaran sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak menjadi prioritas.
Dengan kondisi api yang masih muncul di sejumlah titik, Pemkot terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah evakuasi sebagai antisipasi apabila situasi di sekitar TPA Putri Cempo kembali memburuk.








