SOLO, MettaNEWS – Mahasiswa baru Politeknik AKBARA mendapat pengalaman internasional dengan bertemu mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan Tukar Budaya Antar Kampus bersama Japanese Red Cross Toyota College of Nursing (JRCTCN), Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang digelar di kampus Politeknik AKBARA tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat budaya, kehidupan akademik hingga lingkungan pendidikan di Jepang.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Peduli Mandiri Insani yang menaungi Politeknik AKBARA, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., serta perwakilan Japanese Red Cross Toyota College of Nursing, Associate Professor Megumi Fujii, bersama sembilan mahasiswa.
Bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru, pertemuan tersebut sekaligus menjadi langkah Politeknik AKBARA dalam membuka wawasan mahasiswa terhadap dunia internasional.
Mahasiswa Baru Diajak Kenal Dunia Internasional
Memasuki perguruan tinggi bukan hanya soal mengenal ruang kelas, dosen maupun lingkungan kampus. Bagi Politeknik AKBARA, masa awal perkuliahan juga menjadi momentum untuk membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih terbuka terhadap perkembangan dunia.
Melalui kegiatan pertukaran budaya tersebut, mahasiswa Politeknik AKBARA berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari Jepang.
Mereka saling berbagi pengalaman mengenai budaya, pendidikan, kehidupan mahasiswa hingga persiapan menghadapi dunia profesional.
Interaksi lintas negara itu diharapkan mampu menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk berkomunikasi dengan orang dari latar belakang berbeda sekaligus memperluas perspektif mereka terhadap pendidikan dan dunia kerja global.
Prof. Jamal Wiwoho: Ini Langkah Awal Mahasiswa AKBARA Go Global
Ketua Yayasan Peduli Mandiri Insani, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, mengatakan pengalaman internasional memiliki nilai penting bagi mahasiswa karena pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.
“Pertukaran budaya seperti ini menjadi pengalaman yang penting bagi mahasiswa. Pendidikan bukan hanya tentang ilmu yang didapat di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar memahami perbedaan, berkomunikasi dengan orang lain, dan mendapatkan pengalaman baru dari institusi di luar negeri,” ujar Jamal.
Ia berharap hubungan antara Politeknik AKBARA dan Japanese Red Cross Toyota College of Nursing dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa Politeknik AKBARA agar mulai membangun pengalaman dan jejaring internasional sejak awal perkuliahan.
“Bagi kami, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah awal mahasiswa Politeknik AKBARA untuk mulai memperluas pengalaman dan jejaringnya di kancah internasional. Kami ingin mahasiswa sejak awal memiliki wawasan yang lebih luas, berani berinteraksi dengan mahasiswa dan akademisi dari negara lain, serta siap menghadapi dunia kerja yang semakin global,” jelasnya.
Jamal berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga Politeknik AKBARA semakin terbuka dan memiliki daya saing di tingkat internasional.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi bagian dari perjalanan Politeknik AKBARA menuju kampus yang semakin dikenal dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” katanya.
Kampus Jepang Ingin Hubungan Makin Dekat
Sementara itu, Associate Professor Megumi Fujii dari Japanese Red Cross Toyota College of Nursing mengapresiasi kesempatan untuk bertemu dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa serta sivitas akademika Politeknik AKBARA.
“Kami sangat senang dapat berkunjung dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa serta sivitas akademika Politeknik AKBARA. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat saling mengenal budaya dan lingkungan pendidikan masing-masing,” ujar Megumi.
Menurutnya, interaksi langsung menjadi salah satu cara efektif untuk membangun pemahaman sekaligus mempererat hubungan antara kedua institusi.
“Saya berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara kedua institusi,” imbuhnya.
Dari Surakarta, AKBARA Buka Jalan ke Dunia
Kerja sama dengan Japanese Red Cross Toyota College of Nursing menjadi bagian dari upaya Politeknik AKBARA memperkuat jejaring pendidikan internasional.
Di tengah dunia kerja yang semakin terkoneksi, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan teknis. Kemampuan beradaptasi, berkomunikasi serta bekerja dengan orang dari berbagai latar belakang juga menjadi modal penting.
Karena itu, pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari luar negeri sejak awal masa perkuliahan menjadi nilai tambah tersendiri.
Bagi Politeknik AKBARA, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pendidikan vokasi Indonesia kepada mitra internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa mendatang.
Ke depan, hubungan Politeknik AKBARA dengan Japanese Red Cross Toyota College of Nursing diharapkan dapat berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pertukaran budaya, kegiatan akademik, pengembangan mahasiswa hingga kolaborasi pendidikan lainnya.
Pelaksanaan kegiatan dalam rangkaian PKKMB 2026 itu pun menjadi pesan bahwa pengalaman global dapat dimulai sejak hari pertama mahasiswa mengenal kehidupan kampus.
Dari Surakarta, mahasiswa Politeknik AKBARA mulai membuka langkah menuju dunia.








