Tahir Solo Museum Resmi Dibuka untuk Umum, Berikut Harga Tiket Masuknya

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Tahir Solo Museum mulai dibuka untuk masyarakat umum mulai besok, Minggu (26/7/2026) dengan harga tiket yang bervariasi.

Pengunjung dapat menikmati museum berkonsep art, science, and culture ini dengan tiket reguler Rp50 ribu, tiket pelajar Rp30 ribu, tiket wisatawan mancanegara (wisman) Rp100 ribu, serta tiket tahunan (annual pass) Rp400 ribu. Sementara itu, anak-anak di bawah usia tiga tahun dapat masuk secara gratis.

Museum yang dihibahkan oleh Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir kepada Kota Solo tersebut diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi baru sekaligus pusat pembelajaran bagi masyarakat.

Dato’ Sri Tahir mengatakan dirinya merasa terhormat dapat berkontribusi bagi Kota Solo melalui pembangunan museum tersebut.

“Saya merasa terhormat diberi kesempatan oleh Pak Wali dan masyarakat Solo untuk bisa berbuat sesuatu bagi Kota Solo. Itu merupakan sebuah kehormatan bagi saya,” ujarnya usai peresmian museum, Sabtu (25/7/2026).

Tahir menjelaskan, museum ini akan terus menghadirkan koleksi dan teknologi baru agar pengunjung selalu mendapatkan pengalaman berbeda setiap kali berkunjung. Salah satu daya tariknya adalah fosil asli yang dipinjam dari China.

“Secara teori dipinjam selama enam bulan, tetapi nanti kami akan meminta perpanjangan. Selain itu, untuk wahana robotik dan planetarium akan terus diperbarui, jadi tidak akan menetap begitu saja. Akan terus ada tambahan yang baru,” katanya.

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan museum pada tahap berikutnya. Pada fase kedua akan dibangun Presidential Center yang dilengkapi auditorium tertutup maupun terbuka untuk kegiatan berskala internasional.

“Nantinya Pak Wali bisa mengundang peraih Nobel, tokoh-tokoh dunia untuk memberikan ceramah atau menggelar pertunjukan budaya. Itu menjadi fase kedua. Sedangkan fase ketiga nanti akan kami usulkan kepada Pak Wali,” jelasnya.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut baik hibah museum tersebut. Menurutnya, keberadaan Tahir Solo Museum menjadi berkah sekaligus menambah pilihan destinasi edukasi di Kota Solo.

“Ini merupakan berkah bagi warga Solo. Hari ini saya hanya melanjutkan perjuangan yang sebelumnya, dan perjalanan masih panjang. Namun ini menjadi awal dari berkah luar biasa dari Pak Tahir untuk warga Solo dan akan menjadi pusat pendidikan yang baru,” kata Respati.

Pemerintah Kota Surakarta juga akan segera menyusun regulasi terkait operasional museum agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat pendidikan, wisata, dan kebudayaan.

Respati optimistis Tahir Solo Museum mampu meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum di Kota Solo. Menurutnya, konsep yang menggabungkan seni, sains, dan budaya menjadi daya tarik tersendiri.

“Dari lantai bawah ada teknologi dan STEM, kemudian di lantai tengah terdapat fosil, tata surya, dan berbagai wahana edukasi lainnya. Di lantai atas menghadirkan seni. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, terutama UNS dan ISI,” ujarnya.

Dengan harga tiket mulai Rp30 ribu untuk pelajar dan konsep interaktif yang terus diperbarui, Tahir Solo Museum diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Solo.