Operasi SAR Pencarian Remaja di Bengawan Solo Diubah Jadi Pemantauan, Polisi Temukan Rekaman CCTV Korban Tidak Mengarah ke Sungai

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Operasi pencarian seorang remaja yang sempat diduga hanyut di aliran Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, resmi diubah statusnya menjadi pemantauan setelah hasil penyelidikan kepolisian menemukan bukti baru melalui rekaman CCTV.

Korban diketahui bernama Samuel Mikael Pakpahan (17), warga Perumahan Winong Baru, Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Informasi awal diterima pada Jumat (3/7/2026) dini hari terkait adanya kejadian membahayakan jiwa manusia, yakni satu orang diduga hanyut di aliran Sungai Bengawan Solo di kawasan bawah Jembatan Jurug.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika seorang saksi diminta mengantar korban ke bawah Jembatan Jurug. Setelah itu, saksi diminta menjemput pacar korban. Namun saat kembali ke lokasi, korban sudah tidak berada di tempat dan hanya meninggalkan sebuah telepon genggam serta sandal di sekitar lokasi kejadian.

Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung membuka operasi pencarian dengan menerjunkan tiga Search and Rescue Unit (SRU).

SRU Selam melakukan penyelaman di tiga titik yang dicurigai dengan kedalaman sekitar empat meter. Selain itu, SRU Body Rafting dan SRU LCR melakukan penyisiran dari lokasi kejadian perkara hingga Jembatan Ringroad dengan jarak pencarian mencapai sekitar tiga kilometer.

Pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari, namun hasilnya nihil. Tim SAR kemudian melakukan evaluasi bersama unsur terkait.

Dalam perkembangan penyelidikan lanjutan, pihak kepolisian menemukan bukti kuat berupa rekaman dari tiga titik CCTV. Rekaman tersebut memperlihatkan visual korban meninggalkan lokasi kejadian dan tidak mengarah ke sungai.

“Atas hasil evaluasi dan masukan dari berbagai stakeholder, operasi dinyatakan diubah statusnya sebagai pemantauan hingga terdapat tanda-tanda keberadaan survivor,” demikian keterangan tertulis yang diterima mettanews.id dari Posko Induk Pencarian dan Pertolongan Operasi SAR Jurug 2026.

Dengan adanya temuan tersebut, operasi pencarian aktif resmi dihentikan sementara berlanjut dengan pemantauan. Sampai berita ini diturunkan pihak terkait terus melakukan koordinasi dan operasi akan dilanjutkan kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.