SOLO, MettaNEWS – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) tidak akan mengganggu pelayanan publik di Kota Solo. Pemerintah Kota Surakarta memastikan seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dengan menerapkan langkah efisiensi energi dan bahan bakar di lingkungan pemerintahan.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan bahwa Pemkot Surakarta telah mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi melalui kebijakan efisiensi penggunaan bahan bakar dan energi yang telah diterbitkan sejak satu bulan lalu.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penghematan operasional pemerintah tanpa mengurangi kualitas maupun akses layanan publik yang diterima masyarakat.
“Kami memastikan, kami memiliki konsep efisien bahan bakar, efisien energi yang sudah kita terbitkan sejak satu bulan yang lalu. Dan kami mengedepankan fasilitas pelayanan publik, kami memastikan tidak ada pelayanan masyarakat yang terganggu,” papar Respati.
Ia menekankan bahwa kebijakan efisiensi yang diterapkan tidak boleh berdampak terhadap pelayanan dasar masyarakat. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tetap menjalankan tugas dan fungsi secara optimal, khususnya pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
“Kami memastikan kepuasan masyarakat, pelayanan masyarakat tidak ada yang terganggu sedikit pun. Dan mari kita sama-sama menjaga hemat energi demi kelancaran pekerjaan kita semuanya,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surakarta mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih bijak dalam penggunaan kendaraan dinas, konsumsi bahan bakar, listrik, serta berbagai sumber energi pendukung operasional lainnya. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga efektivitas anggaran sekaligus mendukung gerakan penghematan energi.
Meski demikian, Respati memastikan bahwa efisiensi yang dilakukan tidak akan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan maupun program-program yang telah berjalan.
Selain kepada jajaran pemerintah, Respati juga mengajak masyarakat untuk ikut membangun budaya hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, upaya penghematan energi menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga stabilitas aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik.
“Prinsipnya, pemerintah harus tetap hadir. Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini kami sikapi dengan langkah efisiensi, bukan dengan mengurangi pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pemkot Surakarta berharap langkah efisiensi yang dilakukan dapat menjadi solusi dalam menghadapi dinamika harga energi sekaligus memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.








