SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo akan memberikan pendampingan khusus kepada kelompok UMKM yang masih membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pendampingan tersebut akan difokuskan pada pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi berkembang namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan bisnis.
“Jadi di sini kita mengkategorisasikan yang memang perlu ada pendampingan khusus dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitasnya,” kata Respati usai memberikan arahan dalam kegiatan bertajuk Graduasi Eskalasi Bisnis di Gedung Sekretariat Bersama, Rabu (3/6/2026).
Menurut Respati, ukuran keberhasilan sebuah program pelatihan maupun pendampingan UMKM sangat sederhana, yakni adanya peningkatan omzet. Karena itu, setiap program yang dijalankan pemerintah harus memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha para pelaku UMKM.
“Output-nya sederhana, peningkatan omzet. Apa pun pelatihannya, jika omzet tidak meningkat, itu tidak bermanfaat,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Solo akan lebih menitikberatkan bantuan kepada UMKM dalam bentuk penguatan kapasitas usaha dibandingkan sekadar bantuan tunai. Pendampingan akan mencakup berbagai aspek penting seperti pengelolaan keuangan, penyusunan laporan usaha, tata kelola bisnis, hingga strategi pemasaran.
“Bantuan tidak hanya uang tunai, tapi kita hadirkan eskalasi untuk perapihan laporan keuangan, manajemen, dan lain-lain. Itu bantuan riil. Bantuan tidak serta-merta uang tunai, bantuan seperti inilah yang akan berdampak luar biasa bagi UMKM,” ujarnya.
Respati meyakini penguatan kapasitas manajemen usaha akan menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk tumbuh lebih sehat, profesional, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Selain fokus pada pengembangan UMKM, Pemkot Solo juga menyiapkan langkah untuk mendorong Pedagang Kaki Lima (PKL) agar dapat naik kelas. Salah satunya melalui penyusunan regulasi baru yang akan diterbitkan oleh Dinas Perdagangan Kota Solo.
Regulasi tersebut akan mengatur sistem sertifikasi bagi PKL dengan menitikberatkan pada aspek kepedulian terhadap lingkungan dan ketertiban umum. Pedagang yang mampu menjaga kebersihan, tidak mencemari lingkungan, serta mendukung kenyamanan ruang publik akan mendapatkan apresiasi dan dukungan dari pemerintah.
“Melalui Disdag akan ada peraturan khusus bagi rekan-rekan PKL. Akan ada sertifikasi bagi yang berwawasan lingkungan, tidak mencemari lingkungan, dan bisa menjaga ketertiban. Itu menjadi variabel utama yang nanti akan kita launching supaya kondusivitas dan kenyamanan tetap terjaga,” jelasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Solo berharap ekosistem usaha kecil semakin kuat, profesional, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pendampingan yang tepat sasaran juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak UMKM yang naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional.








