Berawal dari Passion, Melrose Leather by Melanie Angkat Pengrajin Lokal Sukoharjo hingga Tembus Pameran Nasional

oleh
oleh
Melrose Leather by Melanie hadir di Songgolangit Gentan Sukoharjo | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Di kawasan Songgolangit, Gentan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, berdiri sebuah usaha tas kulit yang kini semakin dikenal di tingkat nasional, dengan brand Melrose Leather by Melanie. Brand tas kulit premium yang dibangun oleh Melanie Rosaridianti ini telah menjadi langganan berbagai pameran kerajinan bergengsi di Indonesia.

Melanie mengisahkan, bisnis tersebut lahir dari ketertarikannya terhadap produk berbahan kulit sapi asli yang dinilai memiliki kualitas dan daya tahan lebih baik dibandingkan bahan lainnya.

“Awalnya itu dari passion. Saya menyukai produk yang terbuat dari kulit sapi asli. Karena produk kulit asli itu sangat bagus untuk ketahanannya, lebih awet. Harganya memang lebih mahal, tetapi dari segi kualitas jauh lebih tahan lama,” jelas Melanie dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal yang tayang di kanal YouTube JNE.

Sebelum menjadi pelaku usaha, Melanie merupakan seorang karyawan bank. Namun kecintaannya pada produk kulit mendorongnya untuk mencoba memproduksi tas dalam jumlah kecil. Seiring meningkatnya minat konsumen, ia memutuskan fokus mengembangkan usaha dan membangun merek sendiri sejak tahun 2015.

Dalam perjalanan bisnisnya, Melanie tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Ia juga berkomitmen melibatkan dan memberdayakan pengrajin lokal Sukoharjo dalam proses produksi.

“Di tahun 2015 saya lebih fokus mencari pengrajin dan memberdayakan pengrajin lokal. Kita memberdayakan mereka agar mereka dan karya-karyanya tetap eksis,” katanya.

Komitmen terhadap kualitas menjadi salah satu prinsip yang terus dijaga hingga saat ini. Seluruh produk Melrose Leather by Melanie menggunakan 100 persen kulit sapi asli tanpa campuran bahan sintetis.

Menurut Melanie, konsistensi tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus mempertahankan identitas brand yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Melrose harus menggunakan kulit asli. Kadang ada yang meminta agar harganya lebih terjangkau dengan bahan campuran kulit sintetis, tetapi kami tidak mau. Dari awal kami menjual produk kulit sapi asli,” tegasnya.

Berkat konsistensi kualitas dan desain yang terus berkembang, Melrose Leather by Melanie kini rutin mengikuti berbagai pameran produk kerajinan dan UMKM berskala nasional. Salah satu yang menjadi andalan adalah keikutsertaan dalam pameran INACRAFT, yang dikenal sebagai salah satu ajang kerajinan terbesar di Asia Tenggara.

“Pameran menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan pelanggan baru. Mereka bisa melihat dan membeli produk secara langsung,” ujar Melanie.

Selain memperluas pasar melalui pameran, Melrose Leather by Melanie juga memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Saat ini produk-produknya dipasarkan secara offline maupun online, termasuk melalui siaran langsung di media sosial.

Dalam mendukung distribusi produknya ke berbagai daerah, Melanie mengaku mempercayakan pengiriman kepada JNE Express yang telah menjadi mitra logistik usahanya sejak awal berdiri.

“Peran JNE sangat luar biasa. Sejak 2015 saya selalu menggunakan JNE. Pelayanannya baik, respons cepat, dan tidak pernah ada masalah,” ungkapnya.

Ke depan, Melanie berharap Melrose Leather by Melanie tidak hanya terus berkembang sebagai brand lokal yang mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga menjadi wadah bagi para pengrajin lokal untuk terus menghasilkan karya berkualitas dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dengan mengusung kualitas, konsistensi, dan pemberdayaan pengrajin lokal, Melrose Leather by Melanie menjadi contoh bagaimana sebuah usaha rumahan dari Sukoharjo mampu tumbuh menjadi brand yang diperhitungkan di industri kerajinan kulit Indonesia.