SOLO, MettaNEWS – Musyawarah Lokal (Muslok) ke-15 ORARI Lokal Kota Surakarta, Minggu (31/5/2026) berlangsung sukses dan menghasilkan keputusan penting dengan kembali terpilihnya YC2BOF Sumartono Hadinoto sebagai Ketua ORARI Lokal Kota Surakarta periode 2026-2029.
Muslok yang mengusung tema “Bersatu Berkarya Mendunia” tersebut dinilai berjalan sesuai mekanisme organisasi dan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk pengembangan ORARI Surakarta selama tiga tahun mendatang.
Ketua ORARI Lokal Kota Surakarta periode 2026-2029, YC2BOF Sumartono Hadinoto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Muslok ke-15.
“Terima kasih yang tidak terhingga. Tidak ada kata yang lebih mewah selain itu saya sampaikan kepada segenap DPP periode kemarin, segenap pengurus, ketua panitia, peserta muslok, ketua sidang beserta teman-teman, dan tentunya Ketua Daerah beserta jajarannya yang telah mendampingi kita,” kata Sumartono.
Sumartono yang telah puluhan tahun menjabat sebagai ketua Orari ini menyebut, pelaksanaan Muslok ke-15 menjadi kebanggaan tersendiri karena seluruh tahapan organisasi dapat dijalankan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ORARI.
“Hasil Muslok kita hari ini, seperti yang disampaikan Ketua Daerah, semuanya bisa dijalankan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kita semua bangga bahwa Muslok ORARI Kota Surakarta ke-15 ini bisa lengkap menjalankan amanah organisasi, berjalan dengan baik, dan selesai dengan baik,” urainya.
Pasca terpilih kembali, Sumartono menegaskan akan segera menyusun kepengurusan baru untuk dilaporkan kepada ORARI Daerah Jawa Tengah. Ia juga akan menindaklanjuti rekomendasi sidang komisi terkait efisiensi organisasi.
“Kami akan segera menyusun kepengurusan secepatnya untuk dilaporkan ke daerah. Kami berharap kepengurusan ke depan, sesuai hasil sidang komisi, ada sedikit efisiensi dan segera kami bahas melalui rapat sesuai mekanisme organisasi,” jelasnya.
Ia berharap hubungan komunikasi antara pengurus dan anggota semakin terbuka dan efektif selama masa kepemimpinannya.
“Kami berharap tiga tahun ke depan komunikasi anggota dengan pengurus semakin baik dan semakin lancar. Jadi jangan sungkan, siapapun terutama anggota yang ingin ikut berperan meskipun tidak menjadi pengurus, bisa memberi masukan ke sekretariat atau kepada saya langsung,” tehasnya.
Sumartono juga menegaskan komitmennya menjaga transparansi pengelolaan organisasi, termasuk dalam aspek keuangan.
“Kalau ingin melihat keuangan dan lain sebagainya juga bisa. Selama ini bendahara kami merupakan konsultan akuntan sehingga pengelolaan keuangan diperiksa secara sistematis,” katanya.
Ia menambahkan, pengurus baru memiliki tugas untuk melakukan efisiensi operasional sekretariat tanpa mengurangi fungsi pelayanan kepada anggota.
“Pengurus yang baru punya tugas agar kita bisa mengefisiensi sekretariatan. Tetap punya sekretariat dan iuran anggota sebesar Rp25 ribu per tahun ditambah donasi akan digunakan sepenuhnya untuk semua kegiatan ORARI Lokal Surakarta selama tiga tahun ke depan. Kekurangannya tentunya kita sengkuyung bersama,” tegasnya.
Menurut Sumartono, semangat gotong royong menjadi modal utama agar ORARI Surakarta semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau semuanya ikut aktif, ikut berkegiatan dan ikut nyengkuyung, kita bisa mengajak teman-teman untuk mencintai ORARI, berpartisipasi dalam setiap kegiatan ORARI, dan menjadikan ORARI berdampak untuk semuanya,” tandasnya.
Ketua ORARI Daerah Jawa Tengah, YB2BZ JB. Praharto, menilai seluruh tahapan Muslok telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
“Untuk pelaksanaan Muslok ke-15 ORARI Lokal Kota Surakarta ini sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada di dalam organisasi. Semua dilaksanakan mulai dari sidang komisi, sidang pleno sampai akhirnya selesai. Itu adalah tahapan-tahapan organisasi yang sudah kita sepakati,” ujar JB. Praharto.
Menurutnya, keberhasilan Muslok menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja organisasi agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan yang pertama, kinerja organisasi akan mengabdi dan berdampak terhadap masyarakat. Edukasinya berjalan, kemudian rekrutmen anggota dari kalangan mahasiswa dan pelajar juga terus kita laksanakan untuk memperkuat organisasi,” katanya.
JB. Praharto secara khusus mendorong ORARI Surakarta untuk memperbanyak anggota muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai bagian dari regenerasi organisasi.
“Adik-adik mulai dari SMP, SMA hingga mahasiswa di bawah usia 26 tahun harus lebih diperbanyak. Ini harapan kami karena anak-anak itu kreativitasnya masih tinggi, tenaganya juga masih tinggi, dan semangat belajarnya juga masih kuat,” pungkasnya.








