BANGKOK, MettaNEWS – Tim para angkat berat Indonesia sukses meraih 25 medali saat mengikuti ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 di Bangkok, Thailand, 7-12 April 2026.
Raihan medali tersebut terdiri atas enam medali emas, empat medali perak dan 15 medali perunggu. Indonesia berada di peringkat ke-10 di klasemen medali, dengan Uzbekistan sebagai juara umum berkat raihan 74 medali emas, 33 medali perak dan 18 medali perunggu.
Abdul Hadi menjadi salah satu kejutan di antara 12 atlet angkat berat yang menjadi andalan Indonesia di Thailand. Abdul Hadi yang turun di kelas 49 kilogram putra mencatatkan angkatan terbaik 179 kilogram.
Angkatan 179 kilogram membuat Abdul Hadi berhak atas dua medali emas, yakni kategori best lift elite Open dan best lift Asia. Abdul Hadi berhasil mengungguli pesaing utamanya di kelas tersebut, Le Van Cong. Wakil Vietnam itu hanya mencatatkan angkatan terbaik 163 kilogram, disusul wakil Kazakhstan, Yerbolat Karibay, dengan angkatan terbaik 157 kilogram.
Selain Abdul Hadi, atlet termuda Indonesia, Delima Yunia Susanti, juga menyumbangkan medali emas. Atlet kelahiran 21 Juni 2010 ini berhasil mengangkat beban seberat 93 kilogram.
Hebatnya, angkatan tersebut membuat Delima berhak atas empat medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia untuk kategori rookie kelas 79 kilogram putri. Ia menjadi yang terbaik untuk kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, total life rookie open dan total lift rookie Asia.
Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi capaian para atlet dalam kejuaraan yang termasuk kategori kualifikasi menuju Asian Para Games 2026. Tambahan poin dari kejuaraan di Thailand membuat Coni optimistis 12 atlet Indonesia lolos ke Nagoya.
“Insya Allah dari hasil perhitungan kita, semua atlet ini bisa lolos ke Nagoya sesuai yang ditargetkan. Dan ada beberapa kejutan, terutama Abdul Hadi, bisa menjadi (ranking) nomor satu di Asia bahkan Dunia. Delima yang baru berusia 16 tahun juga bisa memecahkan rekor rookie di kelas 79 kilogram,” kata Coni Ruswanta, Senin (13/4/26).
Melalui kejuaraan ini, Coni menuturkan tim pelatih juga bisa melihat gambaran peta persaingan di Asian Para Games 2026 yang akan digelar bulan Oktober mendatang. Uzbekistan dan China masih menjadi lawan berat di kelas-kelas andalan Indonesia.
Dengan sisa sekitar lima bukan, Coni menyebut program latihan akan disesuaikan. Abdul Hadi dkk. akan digenjot untuk mencapai angkatan terbaiknya agar bisa meraih medali di Asian Para Games 2026.
“Sebelum ini latihan kita fokuskan ke prestasi anak-anak agar banyak yang lolos ke Nagoya. Kedepan program sasarannya sudah ke medali. Kita juga menargetkan empat atlet bisa lolos ke Paralympic Los Angeles 2028 dengan skala lolosnya di ranking sembilan dunia,” ungkap Coni.
“Semoga anak-anak bisa lebih fokus lagi latihannya. Dari sisi teknik angkatan sudah bagus, cuma untuk atlet-atlet baru masih ada rasa nervous-nya, tetapi Alhamdulillah sekarang bisa berlaga di kelas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASEAN Para Games kemarin,” imbuh Coni.
Pembuktian Kerja Keras
Sementara itu, Abdul Hadi mengungkapkan rasa bahagianya bisa meraih medali emas dalam kejuaraan internasional ini. Ia menyadari pentingnya meraih prestasi di sebuah kejuaraan yang bisa membantu lolos menuju Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028.
“Waktu ikut kejuaraan di Mesir saya gagal, jadi saya bayar sekarang. Walaupun di kejuaraan ini masih ada (lawan) yang belum hadir, tetapi sudah membuktikan bahwa saya sudah bisa melangkah sejauh ini. Ini sangat memotivasi saya untuk mengejar poin ke Paralympic, meningkatkan angkatan. Semoga 2028 nanti saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” papar Abdul Hadi.
Angkatan 179 kilogram juga sekaligus membayar kontan persaingannya dengan Le Van Cong. Saat di ASEAN Para Games 2025, Abdul Hadi hanya meraih medali perak karena Le Van Cong mengunggulinya dengan angkatan 178 kilogram atau unggul hanya selisih satu kilogram dari angkatan terbaiknya, 177 kilogram.
“Ini doa-doa dari teman saya di Kalimantan Barat, juga dari pelatih-pelatih saya. Tanpa mereka, saya bukan apa-apa,” ungkap Abdul Hadi.
Abdul Hadi mengaku berambisi mencatatkan angkatan yang lebih baik pada event-event selanjutnya. Pada ajang Paralimpiade Paris 2024 lalu, atlet asal Jordania, Omar Qarada, berhasil meraih medali emas di kelas 49 kilogram putra dengan angkatan terbaik, 181 kilogram atau hanya selisih dua kilogram dari angkatan Abdul Hadi saat ini.
“Tentu saya harus latihan lebih keras, meningkatkan performa saya, menaikkan angkatan dan memberikan yang terbaik. Saat ini kan ada lawan-lawan yang belum datang juga. Semoga ketika nanti bertemu mereka lagi, saya masih bisa bersaing dengan mereka,” jelas Abdul Hadi.
Hal yang sama juga diungkapkan Delima Yunia Susanti. Ia mengaku tak menyangka berhasil meraih medali emas setelah mengangkat beban seberat 93 kilogram.
“Di lubuk hati, saya sangat takut berhadapan dengan para senior. Tetapi saya senang bisa bertanding di event sebesar ini, bergabung dengan lawan-lawan senior yang baik,” ucap Delima.
Delima menyadari masih harus bekerja keras, terutama untuk bersaing di kategori Open. Namun keberhasilan menjadi yang terbaik di kategori rookie memberi motivasi agar terus berprestasi.
“Terima kasih kepada para pelatih, senior-senior semuanya yang sudah memberikan support terus menerus. Harapan kedepan Delima bisa menjadi lebih baik, semangat berlatih, tidak banyak mengeluh dan bisa memenuhi target,” kata Delima.
Inilah Daftar Peraih Medali Kontingen Indonesia di Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 di Bangkok, Thailand, 7-12 April 2026.
Abdul Hadi
⁃ Emas Best lift kategori elite Asia men’s 49kg
⁃ Emas Best lift kategori elite Open Men’s 49kg
⁃ perunggu total lift kategori elite Asia men’s 49kg
⁃ perunggu total lift kategori elite open men’s 49kg
Hilman
– Perunggu total lift kategori elite asia men’s up to 54kg
– Perunggu total lift kategori elite open men’s up to 54kg
– Perunggu best lift kategori elite asia men’s up to 54kg
M Mabruk Arib Dzaky
– Perunggu total lift kategori elite Asia Men’s up to 59kg
– Perunggu total lift kategori elite Open men’s up to 59kg
Andika Eka Jaya
– Perunggu total lift kategori elite asia men’s up to 88kg
– Perunggu total lift kategori elite asia men’s up to 88kg
Sriyanti
– Perak best lift kategori elite asia women’s over 86kg
– Perak best lift kategori elite open women’s over 86kg
Siti Mahmudah
– Perak best lift kategori elite asia women’s up to 86kg
– Perak best lift kategori elite open women’s up to 86kg
Shebrioni
– Perunggu best lift kategori elite asia women’s up to 61kg
– Perunggu best lift kategori elite open women’s up to 61kg
Ni Nengah Widiasih
– Perunggu best lift kategori elite asia women’s up to 41kg
– Perunggu best lift kategori elite open women’s up to 41kg
– Perunggu total lift kategori elite asia women’s up to 41kg
– Perunggu total lift kategori elite open women’s up to 41kg
Delima Yunia Susanti
– Emas best lift kategori rookie open women’s up to 79kg
– Emas best lift kategori rookie asia women’s up to 79kg
– Emas total lift kategori rookie open women’s up to 79kg
– Emas total lift kategori rookie open women’s up to 79kg







