Astrid Widayani Apresiasi Komunitas Pecinta Kebaya Solo, Budaya Tetap Hidup di Tengah Modernisasi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Di tengah derasnya arus budaya modern, eksistensi kebaya tetap terjaga di Surakarta. Hal ini mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat menghadiri silaturahmi Komunitas Pecinta Kebaya Solo di Taman Balekambang, Kamis (9/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Astrid menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol jati diri perempuan Indonesia sekaligus bagian dari sejarah panjang bangsa. Menjelang peringatan Hari Kartini, ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam melestarikan budaya.

“Saya sangat mengapresiasi Komunitas Pecinta Kebaya Solo. Ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya kelompok tertentu,” kata Astrid.

Astrid juga menyoroti keberagaman anggota komunitas yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari usia, profesi, hingga lingkungan sosial. Astrid menyampaikan, hal tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan zaman.

“Dari sini kita belajar bahwa budaya adalah milik semua. Siapa pun bisa ambil bagian, tanpa melihat latar belakang,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap gerakan berkebaya tidak hanya berhenti sebagai simbol budaya, tetapi juga berkembang menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kota Surakarta, kata Astrid, membuka peluang kolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk Komunitas Pecinta Kebaya Solo.

“Pemkot Surakarta memiliki Asta Cita Solo yang mencakup kesehatan, pembangunan, penguatan SDM, hingga budaya. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar gerakan budaya ini juga memberi dampak bagi pembangunan,” tegasnya.

Komunitas Pecinta Kebaya Solo sendiri dikenal aktif menggelar berbagai kegiatan, mulai dari edukasi, kampanye, hingga pertemuan rutin. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menghidupkan kembali tradisi berkebaya, terutama di kalangan generasi muda.

Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian, kebaya di Kota Solo tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang sebagai identitas budaya yang relevan di era modern.