Mendag Luncurkan Program Campuspreneur di UNS, Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWSUniversitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah peluncuran Program Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), Kamis (2/4/2026). Program ini diluncurkan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama strategis antara Kemendag dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi hadir secara langsung maupun daring, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Harun Joko Prayitno, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan, Wakil Rektor Institut Teknologi Kalimantan Erma Suryani, serta Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo. Selain itu, berbagai kampus lain seperti IPB University, Universitas Sumatera Utara, hingga Universitas Hasanuddin turut bergabung secara virtual.

Rektor UNS, Hartono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNS sebagai tuan rumah. Ia menilai program Campuspreneur merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global melalui pengembangan wirausaha muda berbasis kampus.

“Mahasiswa tidak lagi hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga harus menjadi pencipta lapangan kerja, bahkan eksportir muda yang mampu membawa produk Indonesia ke pasar dunia,” ungkapnya.

Menurut Rektor Hartono, sektor ekspor memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari peningkatan devisa hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berbagai kerja sama, meliputi implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang perdagangan, pengembangan wirausaha muda berorientasi ekspor, hingga Letter of Intent dengan sektor ritel modern.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa program ini bertujuan mendorong lahirnya wirausaha muda dari kalangan mahasiswa. Ia berharap lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui usaha yang dibangun sendiri.

“Saat ini banyak mahasiswa yang sudah mulai merintis usaha. Ke depan, potensi ini akan terus kita kembangkan melalui pendampingan, akses pasar, serta koneksi ke pasar domestik dan internasional,” kata Budi.

Program Campuspreneur juga akan diperkuat melalui pelatihan, business matching, serta kolaborasi dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Dengan dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menembus pasar ekspor.

Budi Santoso menambahkan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di angka sekitar 3,29 persen, tertinggal dibandingkan Malaysia yang mencapai sekitar 8 persen serta negara maju yang berada di kisaran 10–12 persen. Oleh karena itu, penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dinilai menjadi langkah penting.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi peluang usaha, mengembangkan potensi, serta menghubungkan mereka dengan pasar yang lebih luas. Ke depan, kolaborasi ini ditargetkan melahirkan startup mahasiswa berorientasi ekspor, produk inovatif berbasis riset, serta ekosistem kewirausahaan kampus yang berdaya saing global.