Mahasiswa UNS Pelajari Kepemimpinan Nabi Muhammad Bersama Wagub Taj Yasin dan Ning Nawal

oleh
oleh
Ratusan mahasiswa mengikuti Kuliah Ramadan, mendengarkan refleksi kepemimpinan Nabi Muhammad dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin | MettaNEWS/Puspita

SOLO, MettaNEWS — Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengikuti Kuliah Ramadan pada Selasa sore, 10 Maret 2026, di Masjid Nurul Huda. Acara tersebut menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen beserta istrinya, Nawal Arafah Yasin, yang membagikan refleksi kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menekankan sisi manusiawi dari kepemimpinan Nabi, termasuk rasa takut dan cemas ketika menerima amanah besar.

“Ketika Nabi diangkat menjadi rasul, beliau juga merasakan takut dan khawatir. Bahkan beliau meminta ditenangkan oleh istrinya. Itu menunjukkan bahwa dukungan keluarga adalah anugerah besar bagi seorang pemimpin,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan kepemimpinan Nabi Muhammad lahir dari kedekatan spiritual kepada Allah.

“Hablu minannas itu bisa kuat kalau hablu minallah kuat. Rasulullah menjadi pemimpin luar biasa karena ibadahnya kuat dan dijaga oleh Allah,” tambahnya.

Gus Yasin juga menekankan pentingnya nilai kejujuran, amanah, tabligh, dan fathanah, yang tetap relevan di era modern.

Selain itu, Wagub mengingatkan bahwa menjadi pemimpin saat ini menuntut transparansi dan akuntabilitas, karena rekam jejak pemimpin mudah dilacak dan kritik dapat datang dari berbagai arah.

“Kritik itu penting, selama disampaikan secara objektif. Bahkan Nabi Muhammad pun tidak luput dari kritik,” tuturnya.

Sementara itu, Ning Nawal membahas peran kepemimpinan perempuan dalam Islam. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an menunjukkan figur perempuan pemimpin yang sukses, seperti Ratu Balqis dalam Surah An-Naml. Ia juga mencontohkan peran Ummu Salamah dalam memberikan nasihat kepada Rasulullah saat Perjanjian Hudaibiyah, sebagai bukti perempuan dapat berperan dalam musyawarah selama berpegang pada syariat.

“Yang paling penting dari seorang pemimpin adalah apa yang ada di dalam hatinya, keimanan dan akhlaknya. Bukan sekadar jabatan, kekayaan, atau kedudukannya,” kata Ning Nawal.

Rektor UNS, Prof. Hartono, mengapresiasi kehadiran Wagub Jateng beserta istri dalam Kuliah Ramadan ini. Ia berharap mahasiswa dapat mengambil pelajaran dari teladan kepemimpinan Rasulullah dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

Acara tersebut tidak hanya menekankan nilai-nilai spiritual, tetapi juga membuka ruang diskusi interaktif, membuat mahasiswa dapat memahami dan mengaitkan prinsip kepemimpinan Nabi Muhammad dengan praktik kepemimpinan di zaman sekarang.