Jan Ethes Susah Bangun Pagi untuk Sahur, Selvi Tetap Ajarkan Puasa, Gus Karim Sebut Berhasil Didik Anak

oleh
oleh
jan ethes
Cucu Presiden Jokowi, Jan Ethes mulai belajar puasa | foto : Instagram @janethes_cucujokowi

SOLO, Metta NEWS – Pada bulan Ramadan, banyak orang tua yang mulai mengenalkan dan mengajarkan puasa pada anak-anaknya terutama untuk anaknya yang masih belia. Tak terkecuali hal yang sama juga terjadi di kalangan keluarga Presiden RI Joko Widodo. 

Cucu pertama Presiden Jokowi, Jan Ethes Srinarendra sudah mulai mencoba ikut puasa dengan orang tuanya. Putra sulung Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda ini mencoba ikut bangun pagi untuk menunaikan ibadah puasa. 

Selvi Ananda menceritakan reaksi sang putra ketika dibangunkan untuk ikut sahur. 

“Kemarin kita sudah ajak puasa ya. Hari sebelumnya sudah kita jelasin, eh besok kita mulai puasa gitu kan. Cuma kemarin hari pertama dan hari ini tuh anaknya susah dibangunin kalau pas sahur,” ungkap Selvi, Senin (4/4/2022). 

Selvi mengungkapkan tidak akan memaksa anaknya untuk berpuasa namun tetap mengenalkan dan mengedukasi sang putra tentang puasa terlebih di bulan Ramadan. 

“Yang penting anaknya tahu dulu oh ini kita tuh puasa. Dia tahu bapak ibunya puasa gitu. Terus kalau puasa itu tidak boleh makan dan minum sampai waktunya Adzan maghrib,” ungkap Selvi. 

Menantu Presiden Jokowi ini juga menekankan lebih memberikan pengertian pada anaknya daripada memaksa. 

“Kita beri pengertian dulu lah, nanti lama-lama kalau memang anaknya sudah bisa dan kuat ya nggak papa, kita tetap ajarkan dulu tapi tidak memaksa,” tandasnya. 

Selvi yang mengikuti puasa sesuai dengan jadwal Pemerintah ini mengaku tidak menyiapkan hidangan khusus setiap sahur maupun berbuka puasa. 

“Kami mulai puasa Minggu (3/4/2022), ikut pemerintah, ngga ada hidangan menu khusus, menu yang biasa sehari-hari aja sama aja,” ungkapnya. 

Sementara itu Pengasuh Ponpes Al Qur’aniyy Az Zayadiyy Solo, KH Abdul Karim menjelaskan bahwa anak-anak yang belum akil baligh belum diwajibkan untuk mengikuti puasa Ramadan.

Tokoh ulama yang kerap disapa Gus Karim itu menjelaskan beberapa syarat wajib puasa, yakni beragama Islam, baligh, sehat, berakal sehat, mampu, serta mengetahui awal Ramadan.

“Baligh itu kalau usia biasanya usia 12 tahun, tetapi tidak harus 12 tahun, tanda-tanda baligh itu ada beberapa diantaranya sudah pernah mimpi basah,  sehat,  mampu. Sehat tapi kalau tidak mampu, walaupun sudah baligh tapi tidak mampu, misalnya sudah sepuh (tua), itu nggak kewajiban. Terus kalau musafir atau dalam perjalanan itu dipersilakan untuk memilih puasa atau tidak,” terang Gus Karim ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (5/4/2022). 

Gus Karim yang juga merupakan guru mengaji Presiden Jokowi itu menyebut untuk anak-anak yang sudah dididik berpuasa Ramadan sejak dini meskipun belum baligh maka itu menjadi pendidikan yang bagus. 

“Misalnya mengajarkan anak untuk berpuasa Ramadan meski hanya setengah hari atau Puasa Bedug yang kalau sudah ba’da Dzuhur itu boleh makan dan minum kemudian puasa lagi sampai Maghrib,” urai Gus Karim. 

Menurut Gus Karim, jika anak-anak mau mengikuti puasa Ramadan maka orang tua yang akan mendapatkan pahala dan hal tersebut adalah keberhasilan orang tua dalam mendidik sang anak. 

“Itu bagus apalagi kalau masih anak-anak sudah bisa berpuasa, tapi pahalanya diberikan kepada kedua orang tuanya. Itu karena keberhasilan orang tua dalam mendidik anak-anaknya untuk berpuasa,” pungkas Gus Karim.