Accor Hotel di Solo Gandeng Petani Lokal, Angkat Kelas Produk Organik 

oleh
oleh
novotel solo
Accor Hotel di Solo gandeng petani lokal angkat produk organik | dok Novotel Solo

SOLO, Metta NEWS –  Accor Hotel di Solo (The Royal Surakarta Heritage, Novotel Solo, Ibis Styles Solo) menyambut Ramadan dengan melaksanakan beberapa kegiatan serta menghadirkan suguhan menarik. 

Bersama dengan seluruh hotel Accor di Indonesia, selama bulan Ramadan hotel-hotel ini secara serentak memberikan penawaran menarik mulai tanggal 2 April sampai 2 Mei 2022 bertajuk “Ramadan Wonderful Indonesia by ALL-Accor Live Limitless”. 

Program ini diusung salah satunya untuk membangkitkan kecintaan para tamu akan sajian Nusantara yang kaya variasi dan rasa. Di wilayah Jawa Tengah,  beberapa kegiatan bertajuk “Spice up your Ramadan with organic local produce” yang merupakan awal dan kelanjutan kolaborasi bersama lintas kementerian yaitu Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 

Salah satu kegiatan ini terdiri dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara enam hotel Accor di wilayah Jawa Tengah dengan Kelompok Tani Bangkit Merbabu, binaan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah yang merupakan pemasok sayuran organik. Sayuran organik ini akan diolah oleh tim kuliner hotel menjadi kreasi makanan dan minuman sehat yang tersaji selama bulan Ramadan. Selain itu juga, di area lobi hotel, digelar pameran produk UMKM binaan. 

Tak kalah menarik, dalam acara ditampilkan demo menu minuman sehat dan makanan berbahan utama sayuran lokal organik, juga menu dengan perpaduan rempah-rempah khas Indonesia. Dan pada kesempatan tersebut Hotel Accor di Solo mengundang Para anak Yatim Piatu dari Panti Asuhan As Zahra selain itu kita juga menggalang dana dari setiap penjualan Bukber buffet Rp. 5.000,- untuk Yayasan Tunas Peduli ATFAC (A Tree for A Child) di bawah naungan Accor Group. 

Sandiaga Uno, Menteri Kemenparekraf menyambut baik upaya yang dilakukan oleh grup Accor dalam menjalankan sinergi kemitraan usaha pariwisata dengan UMKM khususnya di sektor ekonomi kreatif. 

“Harapannya hubungan ini bisa terus terjalin dan berkelanjutan demi pelaku kreatif ekonomi naik kelas ke level yang lebih tinggi dan demi pemulihan ekonomi nasional,” kata Sandiaga dalam rilis yang diterima mettanews.id.

Supriyanto Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, menyampaikan bahwa Bangkit Merbabu bisa menjadi motivasi kelompok tani lain. Ini membuktikan jika produk sayur organik lokal bisa tembus pasar yang luas. Semoga bisa memotivasi kelompok tani lain untuk lebih berkembang. 

“Kita bisa sama-sama mendukung petani terkait kontinuitas produk dan tetap menjaga kualitas produk. Kami berharap diberikan kesempatan lebih luas lagi,” tambahnya. 

Adi Satria, Senior Vice President Operations and Government Relations, Accor Indonesia & Malaysia mengungkapkan, dukungan bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM tidak hanya dalam bentuk penyediaan etalase ataupun penyelenggaraan pameran di area hotel, namun juga penggunaan bahan dan produk lokal dalam operasional dan sajian gastronomi di hotel-hotel Accor. 

“Kesempatan bagi para binaan dinas maupun lembaga, serta para UMKM untuk bermitra dengan hotel-hotel kami terus terbuka dengan tentunya melalui proses kurasi demi terjaminnya mutu yang baik. Ke depannya kami antusias untuk mendukung program nasional Indonesia Spice Up The World yang digaungkan lintas kementerian dalam upaya mempromosikan rempah-rempah dari Indonesia. Kami memulainya melalui hidangan gastronomi dan minuman dengan bahan rempah-rempah Indonesia di hotel-hotel yang disajikan oleh tim kuliner hotel bagi para tamu domestik maupun mancanegara,” tambah Adi.

Sementara itu, Cluster General Manager Hotel Accor di Solo, Toat Edi Wijaya menjelaskan program nasional Indonesia Spice Up The World ini berangkat dari semangat menggunakan produk-produk dalam negeri. 

“Program bulan Ramadan ini kita naik level dengan menggunakan sayuran organik. Harus ada pendampingan dari departemen pertanian. Karena kita harus didekatkan dengan petani yang punya kontinuitas tinggi, harus ada jaminan bahwa produk benar-benar organik artinya ada sertifikasinya. Harus ada effort dari hotel juga untuk membina petani,” ungkap Toat di Novotel Solo, Senin (4/4/2022). 

Toat menyebut saat ini penyerapan Novotel pada produk pertanian organik baru pada sayuran dan kedepan akan ditambah dengan buah-buahan. 

“Salah satu program kami pertama melalui makanan organik dengan bumbu lokal. Selanjutnya setelah ini kita mengenalkan makanan ini ke pihak luar dengan cara sebagian makanan akan lebih banyak bumbu lokal. Kemudian untuk tamu-tamu hotel dari luar saat pulang ke negaranya kita bawain oleh-oleh bumbu bukan makanan atau snack. Selain diberi bumbu kita info juga caranya memasaknya,” papar Toat. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bangkit Merbabu dari Getasan Kabupaten Semarang, Rebo Wahyono menjelaskan, kelompok tani binaannya telah mengantongi sertifikat organik hingga tingkat internasional. 

“Ada sekitar 20 macam sayur yang telah diserap oleh Novotel Hotel Solo. Kenapa sekarang harus organik? karena kita sangat sadar, kalau kehidupan manusia itu sumber penyakit salah satunya dari pola makan atau asupan. Kalau yang kita makan residunya terlalu tinggi itu mengendap jadi penyakit di tubuh,” tegas Rebo.