SOLO, MettaNEWS — Solo Investment Forum (SIF) 2025 digelar hari ini, Jumat (12/12/2025) di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo. Forum yang terbuka gratis untuk masyarakat ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha, akademisi, investor, hingga warga umum untuk melihat lebih dekat potensi ekonomi Kota Solo yang terus berkembang.
Pada penyelenggaraan perdananya, SIF 2025 menghadirkan tiga festival utama yang dirancang sebagai rujukan bagi masyarakat dan investor sebelum memulai atau mengembangkan usaha di Kota Solo. Ketiga agenda tersebut meliputi Festival Aset, Festival Anggaran, dan Investment Clinic.
Festival Aset menampilkan pameran aset potensial milik Pemkot Solo, BUMD, hingga sektor swasta. Festival Anggaran menyajikan arah kebijakan dan rencana anggaran Pemkot Solo tahun 2026.
Sementara Investment Clinic memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan maupun peluang investasi di Kota Solo.
Berbagai tokoh nasional dan regional dijadwalkan hadir memberikan perspektif dan strategi pengembangan ekonomi daerah. Di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan; Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi; Wali Kota Solo Respati Ardi; pengusaha nasional Sandiaga Uno; dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.
Hadir pula akademisi dan praktisi seperti Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Solo Weni Hastuti, Ph.D.; Dr. Ginanjar Rahmawan dari Dr. Gin Research Institute, Dedi Latip dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Kepala BPKAD Kota Solo, Sri Hastuti, menjelaskan bahwa para investor akan mendapatkan berbagai fasilitas selama mengikuti SIF 2025, termasuk peluang kerja sama dengan para pelaku usaha di Kota Solo maupun dengan Pemkot Solo dalam pemanfaatan aset daerah.
“Pemanfaatan aset daerah tentu melalui proses lelang yang akan dilakukan setelah SIF. Kami menyediakan peluang kerja sama yang transparan dan terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkot Solo bersama sejumlah BUMN akan menawarkan aset pemerintah untuk dimanfaatkan sebagai lokasi investasi atau pembukaan usaha baru. Jika ada minat dari investor, tindak lanjut akan dilakukan melalui lelang elektronik bekerja sama dengan KPKNL.
Proses lelang akan dinilai oleh tim independen dan dapat dipantau masyarakat agar berjalan secara transparan. Selain itu, SIF 2025 juga menghadirkan klinik investasi untuk menyatukan pemahaman antara investor dan regulator terkait aturan investasi di Kota Solo.
“Goal kami adalah meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menjadi pengungkit penurunan pengangguran dan kemiskinan,” tegasnya.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan bahwa pemkot menyiapkan sekitar 20 titik aset potensial di tengah kota untuk ditawarkan kepada investor. Aset tersebut meliputi gedung bekas sekolah dasar, bekas kantor pemkot, dan aset idle lainnya yang selama ini belum dimanfaatkan.
“Kami buka peluang kerja sama dan lelang hak guna agar aset tersebut memiliki nilai ekonomis,” kata Respati.
Ia menegaskan bahwa investasi terbuka untuk berbagai sektor seperti pendidikan, franchise kuliner, usaha komersial, dan lainnya, selama mengikuti aturan tata ruang kota.
“Boleh untuk sekolah, universitas, atau brand makanan, asalkan sesuai RDTR. Tidak mungkin di tengah kota digunakan untuk pabrik atau kandang ayam. Selama feasibility study dan aturan terpenuhi, pemkot pasti support,” tegasnya.
Respati juga memastikan seluruh proyek strategis Kota Solo ditargetkan selesai tepat waktu sebagai bagian dari penguatan layanan publik dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
SIF 2025 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk melihat bagaimana Kota Solo menyiapkan diri sebagai kota ramah investasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Masyarakat umum dipersilakan hadir langsung untuk melihat pameran aset, memahami arah kebijakan anggaran, hingga berkonsultasi melalui Investment Clinic.







