SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 1.300 atlet plus 300 ofisial berpartisipasi dalam ajang Kejurnas Atletik 2023 kembali hadir di Kota Solo. Kejuaraan Atletik ini melombakan 200-an nomor pertandingan di Stadion Sriwedari mulai 20-26 Juni 2023.
1.300 peserta tersebut berasal dari 37 provinsi se-Indonesia. Dengan 3 kelompok umur mulai dari 18, 20 dan Senior.
Ketua Umum PB PASI atau Persatuan Atletik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ini merupakan langkah regenerasi atletik. Menurutnya regenerasi harus tetap berjalan dengan kompetensi seperti ini.
Penyelenggaraan Kejurnas Atletik 2023 di kota Solo ini merupakan penyelenggaraan kembali ke tempat bersejarah dalam olahraga.
“Solo memiliki sejarah panjang akan terciptanya olahraga atletik. Pada masa penjajahan, ratusan tahun silam berdiri organisasi atletik di Indonesia untuk pertama kalinya,” ungkap Luhut (21/6/2023).
Dari sejarah yang Luhut ceritakan, pada 1943, kota Solo menjadi kota pertama untuk perlombaan segitiga atletik antara pelajar sekolah menengah di bandung, jogja, dan Solo.
“Sebagai langkah awal untuk mengadakan pekan olahraga nasional. Sehingga pada 12 sept 1948 untuk pertama kalinya PON berlangsung dan dibuka oleh Presiden Soekarno di Solo ini. Jadi Solo merupakan Kota yang sangat penting dalam perjalanan panjang PASI,” jelas Luhut.
Selain itu, Luhut juga mengatakan atletik ini merupakan ibu dari olahraga. Ia juga meminta langkah-langkah perbaikan yang strategis. Mendengarkan semua kritik dan masukan, baik secara internal.
Tidak berhenti sampai di kejurnas Atletik 2023 Solo ini. Tahun 2023 PB PASI mulai melakukan seri student atcheltik championship. kegiatan ini merupakan rangkaian panjang untuk mencari bibit bibit terbaik di Indonesia.








