WONOGIRI, MettaNEWS – Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University kembali hadir di Kabupaten Wonogiri dengan misi besar yakni mengakselerasi kualitas gizi produk lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional. Bertempat di Balai Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, pelatihan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Joko Santoso, M.Si. bersama Tim Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University ini menggandeng Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Wonogiri.
Pelatihan bertajuk “Implementasi Techno-Functional Konsentrat Protein Ikan sebagai Akselerasi Kualitas Gizi Produk Kerupuk Ikan ber-SNI” ini diikuti oleh 30 anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Rejo Makmur. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari program serupa pada 2024, yang memperkenalkan inovasi Konsentrat Protein Ikan (KPI) — bahan fortifikasi tinggi protein yang tidak berbau dan tidak berasa.
“Kami menargetkan kerupuk ikan Wonogiri naik kelas, minimal mencapai Grade I SNI dengan kadar protein 8–12%, kadar air maksimal 12%, dan abu tak larut asam maksimal 0,2%,” ungkap Prof. Joko Santoso.
Wonogiri yang memiliki potensi perikanan besar dari Waduk Gajah Mungkur dinilai belum optimal dalam pengolahan hasil budidayanya. Selama ini, ikan nila banyak diolah secara sederhana, seperti digoreng, dan dijual di warung sekitar waduk. Dengan inovasi ini, produk seperti kerupuk ikan tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai gizi tinggi dan berdaya saing nasional.
Produk kerupuk yang telah terfortifikasi protein dan memenuhi standar SNI 8272:2016 diharapkan menjadi sumber protein alternatif yang mudah diakses masyarakat, termasuk anak-anak. Ini sangat relevan dengan program MBG yang dicanangkan pemerintah demi mendukung kecukupan gizi generasi muda.
Lebih dari sekadar pengolahan pangan, program ini mendukung sejumlah pilar pembangunan nasional. Mulai dari Asta Cita poin 2 tentang swasembada pangan, poin 5 tentang peningkatan nilai tambah produk dalam negeri, hingga poin 6 mengenai pembangunan dari desa dan penguatan ekonomi lokal.
Selain itu, program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:
-
SDG 1: Tanpa Kemiskinan
-
SDG 2: Tanpa Kelaparan
-
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
-
SDG 14: Kehidupan di Bawah Air
Dengan pelatihan dan penerapan teknologi KPI, Poklahsar diharapkan mampu menghasilkan produk kerupuk ikan yang tidak hanya memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi gizi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.







