SOLO, MettaNEWS – Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) disulap menjadi lokasi megah untuk penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 yang akan digelar Minggu malam, 20 Juli 2025.
Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, menyatakan kesiapan penuh partainya menyambut tamu-tamu penting, termasuk Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Hari ini saya baru saja kembali mengecek tempat penutupan Kongres PSI 2025. Gladi resik sudah dilakukan. Insyaallah secara teknis, acara yang akan berlangsung pukul 19.00 malam ini sudah sangat siap,” kata Raja Juli dalam konferensi pers, didampingi petinggi PSI lainnya, Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka.
Raja Juli, yang juga menjabat Menteri Kehutanan RI, menyebutkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan protokol istana terkait kemungkinan kedatangan Presiden Prabowo. Meski belum mendapat konfirmasi langsung dari yang bersangkutan, Raja optimistis kehadiran Prabowo akan terwujud.
“Pak Prabowo belum konfirmasi langsung, tapi protokol istana sudah hadir di lokasi. Insyaallah, kalau tidak ada tugas negara lain yang lebih mendesak, beliau akan hadir untuk menutup Kongres PSI secara resmi,” ujar Raja.
Selain Presiden dan Wakil Presiden, acara penutupan ini juga akan dihadiri sejumlah tokoh penting nasional. Beberapa nama yang telah mengonfirmasi kehadirannya antara lain Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
Sementara dari jajaran menteri, hadir Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Projo.
“Kami juga mengundang banyak tokoh dari berbagai latar belakang. Total ada 72 organ partai politik dan jaringan relawan yang akan turut meramaikan acara malam ini,” papar Raja.
Dengan atmosfer yang dinamis dan kehadiran tokoh-tokoh nasional, penutupan Kongres PSI 2025 dipastikan menjadi salah satu momen politik yang menarik perhatian publik, sekaligus menunjukkan soliditas dan kesiapan PSI menyongsong agenda-agenda besar ke depan.








