Unisri Borong Medali Emas dan Perak di Ajang Inovasi Internasional di Vietnam

oleh
oleh
Mahasiswa Unisri raih penghargaan Ajang Product Innovation Competition 2025 di Hanoi Vietnam | MettaNEWS / dok Unisri

SOLO, MettaNEWS – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang Product Innovation Competition 2025 yang digelar di National Economic University, Hanoi, Vietnam, delegasi Unisri sukses meraih 1 medali emas dan 1 medali perak.

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian The 11th International Conference on Sustainable Agriculture, Food, and Energy (SAFE2025) dan diikuti oleh perguruan tinggi dari berbagai negara seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan India. Penilaian dilakukan oleh dewan juri internasional dari kalangan pakar pangan.

Medali emas diraih tim yang beranggotakan Yemima Kiara Hazelia Putri (FISIP), Salma Chika Meiasari (Teknologi Pangan), Nurul Munasiroh (Teknologi Pangan), Riska Nur A (Fakultas Ekonomi), dan Siti Arifah (Fakultas Pertanian). Mereka dibimbing oleh Dr Nanik Suhartatik, Dekan Fakultas Teknologi Pangan Unisri.

“Tim mengusung inovasi produk cookies berbahan dasar tepung ikan teri dan labu kuning yang ditujukan untuk membantu penanganan stunting,” ujar Dr Nanik.

Produk ini dinilai unggul karena selain kaya protein dan kalsium dari ikan teri, rasanya juga disukai anak-anak dan tidak berbau amis. Kombinasi labu kuning sebagai bahan alami penambah cita rasa manis membuat cookies ini menjadi cemilan sehat yang potensial dikembangkan secara komersial.

Sementara itu, tim kedua yang berhasil meraih medali perak terdiri dari Rahayu Ning Tias (Teknologi Pangan), Rasya Alffridzy (Fakultas Hukum), Febe Rona Putri Margareta (Teknologi Pangan), Nareswari Tyaga Cahya D (FKIP), dan Carmelita Devina Cristy (Fakultas Ekonomi). Mereka dibimbing oleh Dr Merkuria Karyantina dan Irvia Resti Puyanda.

“Inovasi mereka berupa Gummy Candy berbahan kulit buah naga dan kurma. Produk ini merupakan sumber zat besi yang sangat penting untuk remaja putri, terutama yang sudah mengalami menstruasi,” jelas Dr Nanik.

Zat besi diketahui berperan penting dalam mencegah anemia pada remaja putri—sebuah faktor krusial dalam upaya pencegahan stunting sejak usia muda. Prestasi membanggakan ini menambah deretan pencapaian Unisri dalam kompetisi internasional. Menurut Dr Nanik, keberhasilan mahasiswa tidak lepas dari penilaian juri yang mempertimbangkan aspek kesiapan komersialisasi, kelayakan teknologi dan bisnis, serta ramah lingkungan.

“Unisri berkomitmen aktif dalam ajang internasional sebagai upaya menjamin mutu pendidikan dan mencetak lulusan yang berkualitas serta inovatif,” tandasnya.