MPBI UMS Pertahankan Akreditasi Unggul LAMDIK, Unggulkan Literasi Kritis dan Ekolinguistik Berbasis Budaya Lokal

oleh
oleh
Gedung Sekolah Pascasarjana UMS | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mempertahankan predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Capaian ini menjadi bukti konsistensi MPBI UMS dalam menjaga mutu akademik dan inovasi pendidikan bahasa berbasis budaya lokal.

Ketua Program Studi MPBI UMS, Dr. Atiqa Sabardila, M.Hum., menyampaikan bahwa predikat Unggul tersebut merupakan hasil dari strategi berkelanjutan dalam membangun kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pendekatan pembelajaran interdisipliner, dan integrasi nilai lokal dalam pengembangan ilmu bahasa dan sastra.

“Pendekatan kami menggabungkan linguistik, sastra, pedagogi, teknologi, dan kearifan lokal. Mahasiswa tak hanya belajar di kelas, tetapi juga aktif dalam seminar, kolokium, forum ilmiah, dan riset sejak awal studi,” jelas Atiqa.

MPBI UMS juga dikenal dengan keunggulannya dalam pengembangan literasi kritis dan ekolinguistik berbasis budaya lokal, yang dipadukan dengan metode inovatif seperti project-based learning, case-based learning, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan penelitian bahasa.

Kurikulum MPBI mengintegrasikan analisis wacana multimodal dan teknologi seperti corpus linguistics tools dan AI-based text analysis, guna menjawab tantangan global dengan pendekatan yang berakar pada nilai-nilai keindonesiaan.

Selain memperkuat pembelajaran, MPBI UMS juga aktif dalam kolaborasi nasional dan internasional. Salah satu program unggulan adalah Visiting Professor dengan Fatoni University yang rutin dilakukan sejak 2016. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jaringan akademik tetapi juga memperkaya topik-topik riset antarnegara.

Hasil-hasil riset para dosen juga rutin diseminasi di berbagai forum seperti PIBSI, IKAPROBSI, dan APPTMA. Partisipasi aktif ini mendorong reputasi prodi dan membuka potensi kerja sama dengan berbagai institusi.

Ke depan, MPBI UMS menargetkan peningkatan jumlah publikasi dosen dan mahasiswa yang terindeks Scopus dan SINTA 1–2, peningkatan jumlah dosen bergelar guru besar, serta partisipasi mahasiswa dalam forum akademik internasional.

“Digitalisasi pembelajaran dan layanan akademik, seperti LMS, repository, serta sistem jurnal internal juga sedang kami tingkatkan. Semua ini bagian dari upaya menjaga mutu prodi secara berkelanjutan,” pungkas Atiqa.

Dengan capaian ini, MPBI UMS semakin menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan bahasa Indonesia yang unggul, transformatif, dan relevan dengan tantangan zaman.