Kunjungan Wisatawan Luar Daerah ke Pura Mangkunegaran Meningkat 7 Kali Lipat saat Libur Lebaran

oleh
Pura Mangkunegaran
Wisatawan berkunjung ke Pura Mangkunegaran, Selasa (8/4/2025) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kunjungan wisatawan luar daerah ke Pura Mangkunegaran meningkat tujuh kali lipat saat libur Lebaran. Tercatat kunjungan itu masih tinggi usai sepekan perayaan Idul Fitri 1446 H berlalu.

Abdi Dalem Pariwisata dan Museum Pura Mangkunegaran, Joko Pramudya mengatakan jumlah kunjungan wisatawan meningkat mulai H-1 Lebaran.

“Setelah habis Lebaran itu juga ramai, kunjungan tiap hari itu bisa 1.100, 1.300, sampai 1.500. Pasti di atas seribu jika dibanding hari biasa kalau reguler 200, 300, kalau weekend bisa sampai 300, 500 bahkan lebih,” terang Joko.

Para wisatawan kebanyakan berasal dari Jawa Timur seperti Ngawi, Kediri, Madiun, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Blitar serta dari Jawa Barat seperti Bandung, Bogor,  Jawa Tengah seperti Semarang, Pantura, Kudus dan Bekasi, Tangerang, Jakarta.

Dengan tingginya jumlah pengunjung, Mangkunegaran mengadakan banyak aktivitas  seperti melukis di atas kipas, workshop tarian, workshop karawitan, mocopat. Aktivitas ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan libur Lebaran tahun lalu.

“Pengembangan dari tahun-tahun kemarin coba kita gelar, melukis di atas kipas sama mocopat ini belum ada. Tahun lalu menulis aksara Jawa itu diganti dengan yang lain, jadi pengunjung tidak pernah bosan,” terangnya.

Pura Mangkunegaran
Wisatawan antre membeli tiket untuk berkunjung ke Pura Mangkunegaran, Selasa (8/4/2025) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Meski jumlah pengunjung meningkat, namun jam operasional kunjungan Pura Mangkunegaran tidak berubah. Yakni tetap buka pukul 08.00, lalu untuk pembelian tiket dilayani terakhir pukul 14.30 WIB.

“Jam operasional seperti biasa tidak ada perubahan, jam 08.00-14.30 untuk pembelian tiket, setelah jam kunjung tetap dilayani sampai selesai,” kata Joko.

Harga tiket terpantau tetap sama yakni Rp 30.000 lokal maupun asing. Untuk antisipasi lonjakan pengunjung, Pura Mangkunegaran menambah jumlah pemandu wisata dengan merekrut volunteer dan dibantu siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Karena kita terbatas di SDMM jadi kita rekrut volunteer dan anak magang. Jadi kebutuhan untuk pemandu wisata bisa terpenuhi. Kaitannya sarana prasarana kita koordinasi dengan internal kaitannya dengan lingkungan, kebersihan termasuk toilet biar bisa menyesuaikan dan memadai,” tukasnya.

Asmirah, salah satu wisatawan asal Semarang mengaku terkesan dengan keindahan Mangkunegaran. Ia sengaja datang ke Solo untuk bisa berkunjung ke tempat wisata bersejarah ini.

“Baru pertama kali berkunjung ke Mangkunegaran, kesannya cukup luas bagus dan bersejarah. Tadi ke pendapa agung, keliling ke taman, ruang makan, tempat berkumpulnya raja,” ujar Asmirah.