Solo Siap Sambut Pemudik Lebaran 2026, 1.000 Personel Diterjunkan dalam Operasi Ketupat Candi

oleh
Polresta Solo
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Mapolresta Solo, Kamis (12/3/2026) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Polresta Solo menyiapkan berbagai skema pengamanan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Melalui Operasi Ketupat Candi 2026, sebanyak 1.000 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Solo.

Operasi Ketupat Candi 2026 digelar mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Di antaranya TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Tim SAR, serta instansi terkait lainnya.

Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan fokus utama operasi ini adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang masuk maupun melintas di Kota Solo.

“Dalam Operasi Ketupat Candi 2026 ini kami melibatkan hampir 1.000 personel. Fokus utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang masuk maupun melintas di Solo,” kata Catur usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Mapolresta Solo, Kamis (12/3/2026).

Selain pengamanan personel, Polresta Solo juga menghadirkan inovasi pelayanan berbasis teknologi berupa Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas (Sipolan) yang digagas oleh Polda Jawa Tengah. Sistem ini memudahkan pemudik mengakses informasi secara real-time hanya melalui ponsel.

Pemudik cukup memindai barcode yang telah disebar di sejumlah titik strategis seperti tempat wisata, tempat ibadah, terminal, stasiun, serta fasilitas umum lainnya di Solo.

“Melalui Sipolan, pemudik bisa mengetahui kondisi lalu lintas, jalur alternatif, hingga lokasi posko mudik terdekat yang dapat digunakan sebagai rest area,” jelasnya.

Layanan Kedaruratan Bagi Pemudik

Tak hanya informasi lalu lintas, Sipolan juga menyediakan layanan informasi kedaruratan bagi pemudik yang mengalami kendala selama perjalanan.

“Jika masyarakat mengalami masalah darurat seperti kehabisan bahan bakar, membutuhkan mobil derek, atau kendala lainnya, bisa melaporkan melalui sistem tersebut. Personel kami akan segera menindaklanjuti,” tambah Catur.

Polresta Solo juga menyiapkan enam lokasi posko mudik yang dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat.

Posko tersebut berada di Benteng Vastenburg, Terminal Tirtonadi, Faroka, Jurug, Banyuanyar, dan Tugu Makutha.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan kesiapan Kota Solo dalam menyambut para pemudik yang datang saat Lebaran 2026. Menurutnya, Solo selalu menjadi salah satu destinasi favorit saat musim mudik.

“Kami telah menyiapkan beberapa masjid sebagai tempat transit bagi pemudik. Kantor-kantor kecamatan juga kami jadikan rest area sementara agar pemudik yang lelah bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Respati.

Selain fasilitas, Pemerintah Kota Solo juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari pedagang kuliner, juru parkir, hingga pengemudi transportasi umum, untuk menyambut pemudik dengan sikap ramah.

Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang merusak citra Kota Solo dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

“Dinas terkait sudah kami instruksikan untuk memantau keamanan pangan dan stabilitas harga kuliner. Kami ingin Solo memberikan kesan positif agar para tamu rindu untuk kembali berkunjung,” tandasnya.