Perjuangkan Kejelasan Status Perangkat Desa, PPDI Jawa Tengah dan DIY Temui Jokowi di Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Perwakilan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo untuk menyampaikan aspirasi perangkat desa. Pertemuan ini dihadiri oleh Dewan Pembina PPDI Jateng Fatchurrohman Nugroho, Ketua PPDI Jawa Tengah, Herry Purnomo, Sekretaris PPDI Jateng Sutanto, Ketua PPDI Kab Grobogan Sundarmo dan Johan Enri Kurniawan Ketua PPDI Provinsi DIY.

Selain silaturahmi dalam pertemuan tersebut PPDI Jateng mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Presiden Jokowi selama dua periode terakhir.

“Kami dari PPDI Jawa Tengah dan DIY mengapresiasi kepemimpinan Pak Jokowi selama 10 tahun. Kami juga mengenang perjuangan pada 2019 terkait divisi 11 dan filter golongan 2A yang menjadi perhatian saat itu. Hari ini, kami menyampaikan harapan dan aspirasi dari perangkat desa kepada Pak Jokowi,” ujar Herry.

Dalam pertemuan tersebut, PPDI menyoroti pentingnya kejelasan status bagi perangkat desa.

“Kami meminta status yang jelas. Apakah kami termasuk Aparatur Pemerintah Desa (APD) atau kategori lain? Kami mengenakan seragam layaknya aparatur pemerintah, tetapi status kami tidak jelas. Harapan kami, status perangkat desa ini dapat ditetapkan agar tidak ada lagi pemberhentian sepihak tanpa alasan yang jelas,” tambahnya.

Herry juga menyampaikan pesan khusus dari Presiden Jokowi agar semua pihak terus bersatu dan membangun komunikasi yang baik, terutama menjelang pemerintahan baru.

“Pak Jokowi menitipkan pesan agar kami bersatu dan menjaga komunikasi yang baik. Kami mendukung penuh pemerintahan Bapak Prabowo dan Mas Gibran. Program-program yang terkait desa akan kami jalankan sesuai aturan yang ada,” katanya.

Selain itu, Herry menyinggung kasus pemberhentian sepihak perangkat desa yang masih marak di beberapa daerah, khususnya di luar Jawa.

“Kami berharap masalah ini bisa segera ditangani dengan adanya pengakuan status resmi bagi perangkat desa, termasuk pemberian nomor induk. Hal ini akan mencegah tindakan semena-mena terhadap teman-teman perangkat desa,” tegasnya.

Dewan Pembina PPDI Jateng Fatchurrohman Nugroho, menambahkan pada pertemuan tersebut banyak sharing pengalaman dari Jokowi.

“Yang diutamakan adalah untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jadi kita mengambil pelajaran banyak dari cerita Pak Jokowi tentang pengalaman beliau memimpin selama 10 tahun ini ya. Kita berharap bahwa seperti yang kita tahu bahwa pemerintah republik ini akan meneruskan program Pak Jokowi dan akan menjadikan Indonesia ini lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.