Pengamat Politik Suwardi Sebut Survei Litbang Kompas Sudah Basi

oleh
oleh
Survey kepuasan
Ketua Prodi MAP Unisri Suwardi paparkan hasil survey Indek Kepuasan Masyarakat. Dari survey tersebut sebanyak 96 peresn warga Solo mengaku puas dengan dua.tahun pemerintahan Gibran-Teguh | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Pengamat politik dari Solo, DR Drs Suwardi Msi, menyebut survei Litbang Kompas tentang Pilkada Solo 2024 sudah tidak relevan atau basi.

Suwardi yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo ini mengatakan survei itu dilakukan pertengahan Oktober 2024 yang berarti sudah sebulan lalu.

“Survei Litbang Kompas di Solo sudah basi. Karena game changer belum main, belum terang-terangan menunjukkan sikap politiknya yang mendukung Teguh-Bambang dan Respati-Astrid,” ujar dia, Rabu (20/11/2024).

Hasil dari survei Litbang Kompas tersebut memuat angka pemilih untuk kedua pasang calon yang akan berlaga di kontestasi Pilkada 2024 nanti.

Maksud Suwardi, game changer atau pengubah permainan tersebut yaitu endorse atau dukungan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Seperti diketahui, usai purna tugas pada akhir Oktober 2024, Jokowi beberapa kali melakukan memberi sinyal dukungan ke Respati-Astrid.

“Survei Litbang Kompas itu dibuat pertengahan Oktober. Ketika itu Pak Jokowi belum purna tugas, masih jadi Presiden, sehingga endorse terhadap Respati-Astrid belum terang-terangan. Sehingga saya tidak terlalu heran, tidak terlalu kaget hasilnya survei seperti itu,” urai dia.

Namun lanjut Suwardi, situasinya berbeda ketika Jokowi sudah tidak lagi menjadi Presiden. Di mana Jokowi beberapa kali terlihat beraktivitas bareng Respati-Astrid. Seperti makan malam bersama Respati-Astrid di Wedangan Pendhopo dan blusukan di Pasar Klitikan Notoharjo Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon dan melihat proyek Elevated Rail di Palang Joglo.

“Jangan lupa ketika Presiden Jokowi sudah purna tugas, dan beberapa pekan terakhir terang-terangan mendukung Respati-Astrid, baik melalui baliho yang dilakukan Timses maupun saat Jokowi blusukan bareng 02. Itu jadi game changer. dan baru dilakukan beberapa pekan ini,” beber Suwardi.

Suwardi juga mengingatkan karakteristik politik yang selalu dinamis. Jangankan hitungan bulan, dalam hitungan hari, jam bahkan menit, banyak perubahan yang bisa terjadi.

“Survei Litbang Kompas itu menurut saya baik sih. Tapi apakah sekarang seperti itu, saya enggak percaya,” ungkap dia.

Lebih lanjut Suwardi mengaku siap diadu ketajaman analisisnya dengan hasil survei Litbang Kompas.

Mengutip dari Instagram @kompasdata, hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada rentang waktu 15-19 Oktober 2024. menunjukkan pasangan nomor urut 1, Teguh Prakosa-Bambang Nugroho unggul 34,9 persen dari Respati-Astrid 23,4 persen.

Dari survei tersebut juga memuat kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan di angka 41,7 persen.