SOLO, MettaNEWS — Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo nomor urut 2, Respati Ardi-Astrid Widayani, diprediksi akan memenangi kontestasi Pilkada 2024 dengan selisih suara kurang dari 10 persen.
Prediksi itu disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, yang juga pengamat politik DR Drs Suwardi Msi, saat diwawancara, Rabu (20/11/2024).
“Perkiraan saya selisihnya tidak terlalu tinggi. Perbedaan elektabilitas kedua Paslon berkisar tujuh persen saja. Pasangan Respati-Astrid menurut prediksi saya akan mendapat 54-57 persen suara,” kata Dr. Suwardi.
Suwardi menjelaskan ada sejumlah variabel yang mendasari prediksinya itu. Variabel pertama yaitu dukungan dari Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Menurut Suwardi, meski sudah purna tugas, Jokowi dinilai
masih mempunyak efek elektoral.
“Saya beberapa kali membuat rilis tentang kepemimpinan Solo. Dan hasil riset-riset saya menunjukkan siapa pun yang didukung Jokowi, akan memperoleh keuntungan elektoral signifikan. Saat itu saya sampaikan Solo bergantung ke Jokowi mengarahkan dukungan ke siapa,” tandasnya.
Suwardi mengakui dukungan Jokowi kepada Respati-Astrid sangat terlihat dalam beberapa kegiatan yang dilakukan bersama.
Seperti makan malam bersama di Wedangan Pendhopo dan blusukan di Pasar Klitikan Notoharjo, Pasar Kliwon.
Variabel kedua yang mendasari prediksi Suwardi yaitu ikatan emosional warga Solo dengan Presiden dan Wapres saat ini, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan riset yang dilakukan, warga Solo berharap pemimpin Solo punya konektivitas dengan pusat.
“Beberapa waktu yang lalu hasil riset saya juga mengindikasikan bahwa warga lebih banyak menginginkan Wali Kota Solo ke depan memiliki konektivitas dengan pemerintah pusat. Yang kemudian terepresentasi pada sosok Mas Wapres, Gibran Rakabuming,” tutur dia.
Variabel selanjutnya menurut Suwardi keunggulan dukungan partai politik (Parpol) pasangan tersebut. Respati-Astrid diusung partai-partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Tidak hanya itu, kekuatan mereka juga dari 25 legislator dari total 45 legislator di DPRD Solo periode 2024-2029.
Selain itu menurut Suwardi metode kampanye juga mempengaruhi hasil akhir Pilkada Solo. Sebab kultur masyarakat Solo sudah lekat dengan berbagai media sosial.
Suwardi mengingatkan banyaknya pemilih Pilkada Solo 2024 dari kelompok anak muda. Yang merupakan kelompok pemilih dengan literasi digital tinggi.
“Anak muda, utamanya Gen Z adalah kalangan yang literasi digitalnya sangat tinggi. Sebelum menentukan pilihannya mereka akan mencari referensi di medsos. Maka kampanye melalui medsos juga cukup efektif untuk meraih hati pemilih,” pungkas Suwardi.








