SOLO, MettaNEWS – Sebagai salah satu bentuk dukungan moral dan semangat, maestro batik Iwan Setiawan (Lek Iwon) menggandeng anak-anak penyintas kanker dalam proyek Spesial Mahakarya Batik Humanity in Harmony. Kick-off Proyek Spesial Mahakarya Batik Humanity in Harmony berlangsung di Pura Mangkunegaran Surakarta Rabu (24/7/2024).
Ini merupakan awalan dari proses penciptaan mahakarya batik sepanjang 15 meter dari total 50 meter. Keseluruhan mahakarya kolaborasi ini dikerjakan di tiga kota yaitu Surakarta, Jakarta, dan Yogyakarta. Proyek kemanusiaan ini dipersembahkan oleh Yayasan Kanker Anak Indonesia ( YKAI) yang bekerjasama dengan Lions Club Solo Mustika (LCSM).
Sebanyak 20 anak penyintas kanker ini membatik dengan canting di kain putih yang telah diberi motif. Mereka memakai kaus hijau bertuliskan “Mahakarya Batik” di bagian belakang.
Anak-anak penyintas kanker itu tampak bahagia saat KGPAA Mangkunegara X hadir di tengah-tengah mereka. Anak-anak tambah gembira saat orang nomor satu di Pura Mangkunegaran memberikan tanda tangan di kaus yang mereka pakai. Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan untuk foto bersama dengan Mangkunegara X.
Ketua Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) Sallyana Sorongan mengatakan, “Mahakarya Batik Humanity in Harmony” merupakan rangkaian dari peringatan Hari Batik Nasional 2024.
“Membatik sepanjang 50 meter ini berlangsung di tiga kota, yakni Solo, Jakarta dan Yogyakarta. Untuk di Pura Mangkunegaran ini merupakan rangkaian awal dari proses penciptaan mahakarya batik sepanjang 15 meter dari total 50 meter. Di Solo kick off-nya, di Jakarta 20 meter, kemudian di Jogja 15 meter jadi nanti totalnya 50 meter,” jelas Sally.
Sallyana memilih membatik dan kesehatan salah satunya kan untuk melestarikan budaya nasional kebetulan nanti jatuh bersamaan dengan Hari Batik Nasional.
President Lions Club Solo Mustika, Fony Nugroho menyampaikan, program ini melibatkan anak-anak untuk memberi semangat pada mereka.
“Anak-anak perlu kita libatkan agar mereka juga ikut semangat bahwa program-program yang kita buat itu juga untuk mereka. Dari kegiatan ini ada perolehan bantuan dana untuk anak penyintas kanker. Kita ingin mendapatkan rumah paliatif atau rumah singgah bagi anak-anak penyintas supaya bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik,” tegas Fony.
Secara keseluruhan, Proyek Spesial Mahakarya Batik Humanity in Harmony bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan semangat pada anak-anak pejuang kanker. Mengapresiasi karya seni kolaborasi maestro pembatik dan anak-anak pejuang kanker. Menggalang dana untuk mendukung perawatan dan pengobatan anak-anak pejuang kanker. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan perjuangan anak-anak pejuang kanker dan pentingnya mendukung mereka. Dan mempererat solidaritas masyarakat melalui kegiatan seni dan kemanusiaan.
KGPAA Mangkunegara X sangat mengapresiasi kegiatan ini dengan memberikan dukungan pada YKI.
“Sangat luar biasa suatu keharmonisan antara kemanusiaan dan kesenian. Dan tentunya hari ini bisa bertemu dengan adik-adik untuk saya pribadi merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Karena adik-adik ini memberi inspirasi, contoh perjuangan dari usia yang sangat dini. Adik-adik ini adalah pahlawan yang sesungguhnya bagi saya. Tentunya saya harap kegiatan hari ini bisa membawa kebahagiaan, pengalaman terutama kepada adik-adik dan semoga juga bisa bermanfaat untuk kita semuanya,” pungkas Mangkunegara X.
Kain sepanjang 50 meter itu dibagi-bagi ke dalam 20 bagian. Tema besarnya adalah Humanity in Harmony. Adapun 20 bagian itu merupakan rincian dari tema besar tersebut. Untuk kick-off di Pura Mangkunegaran, kain sepanjang 15 meter pertama akan dibagi dalam 6 bagian. Yakni Sub Tema Ekologi, Musik Tradisional, Keberagaman Suku Bangsa dan Agama, Teknologi, Olahraga dan Pendidikan.








