SOLO, MettaNEWS – Dinas Perhubungan Kota Surakarta melaksanakan Sosialisasi Perbengkelan, tata cara mengemudi dan teknis laik jalan kendaraan bermotor, Jumat (25/2/2022) pukul 13.00 WIB. Acara sosialisasi ini diikuti oleh supir bus pariwisata, supir truk dan mekanik bengkel dengan jumlah total 57 orang.
Dalam sosialisai ini terdapat dua materi yang disampaikan yaitu bengkel umum kendaraan bermotor yang berisi tipe bengkel, klasifikasi bengkel, ketentuan bengkel, mekanik bengkel, kualifikasi mekanik bengkel dan sertifikat.
Materi selanjutnya ialah kecelakaan rem blong (pada truk dan bus) materi tersebut disampaikan oleh Bapak Wildan selaku kepala sub Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai narasumber, materi ini didasari karena pada akhir-akhir ini sering terjadi kecelakaan truk dan bus yang diakibatkan rem blong.
Beliau juga menjelaskan cara kerja rem menurut jenis-jenis nya, masalah yang sering terjadi pada rem tersebut, dan cara antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas akibat masalah rem.
Dalam penjelasan sosialiasi tersebut terdapat ilmu yang cukup menarik yang belum tentu semua orang tahu yaitu cara kerja Auxilary Brake atau dalam bahas disebut rem tambahan
” Kita dapat membuat kendaraan melaju lambat tanpa harus menginjak rem, namun dengan 3 syarat yang harus terpenuhi, syarat itu ialah Engine brake, Exhaust brake dan Retarder,” jelasnya
Engine brake sendiri merupakan merupakan teknik memperlambat kecepatan kendaraan dengan cara mengandalkan putaran mesin ketika transmisi diturunkan ke gigi yang lebih rendah. Trik ini berguna untuk meringankan kerja rem kendaraan yang kewalahan dalam memperlambat laju kendaraan.
Selanjutnya Exhaust brake ialah sebuah fitur yang dimanfaatkan pengereman dari kekuatan putaran mesin, dengan cara memanfaatkan tekanan gas buang. Atau lebih mudahnya penutupan kenalpot agar mesin menjadi turun perputaranya.
Dan yang terahir retarder, merupakan bagian dari rangkaian sistem pengereman pada bus, di samping rem konvensional atau service brake (rem pedal). Konsepnya mirip seperti exhaust brake atau rem angin, tapi teknologinya berbeda.
Dengan ketiga syarat yang sudah terpenuhi maka kecepatan kendaraan dapat diperlambat sekalipun pada jalanan menurun.








