Pelantikan PJSI Surakarta Jadi Ajang Kejuaraan Judo se-Jawa Tengah pada Solo Open 2022

oleh
judo
uji coba pertandingan kelas anak-anak pada Kejuaraan Judo se-Jawa Tengah di GOR Toraja | Metta NEWS / Adinda

SOLO, Metta NEWS – Pelantikan kepengurusan Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) periode 2021 hingga 2025 baru akan dilaksanakan besok, Sabtu (26/02). Tidak hanya pelantikan kepengurusan, acara tersebut menjadi ajang Kejuaraan Judo kelas junior dan senior se-Jawa Tengah pada Solo Open 2022. Acara yang berlangsung di GOR Toraja, Banjarsari, Solo ini akan dilaksanakan selama tiga hari.

Sekretaris PJSI, Ahmad Bahar menjelaskan dihari pertama acara Solo Open ini dilaksanakan penataran wasit tingkat Jawa Tengah. Beberapa daerah mengirim wasit untuk mengikuti penataran. Selain itu, dilakukan uji coba pertandingan kelas anak-anak usia dibawah 13 tahun. Untuk menambah semangat atlet judo, Ahmad mengungkapkan, pengurus PJSI Solo berinisiatif menggelar kejuaraan judo di Solo setelah vakum selama dua tahun.

Pelaksanaan pertandingan anak diusia dibawah 13 tahun yang disebut pertandingan belia ini akan diselesaikan untuk mendapatkan juara bersama. Kemudian pada hari Sabtu esok akan dilaksanakan pertandingan kelas cadet yaitu kelas 15 tahun dan kelas junior yaitu kelas 19 tahun.

Pada hari Minggu akan dilaksanakan pertandingan kelas senior dan dilanjut dengan kelas kata atau jurus. Kelas senior digelar untuk seleksi atlet yang akan dikirim ke KEJURNAS Kartika Cup pada Maret mendatang di Jakarta.

Pada pembukaan dan pelantikan PJSI Kota Surakarta direncanakan akan dihadiri Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming. Didampingi Ketua Komite Olahraga (Nasional Indonesia) KONI Surakarta dan Kepala Dispora Kota Surakarta, pengurus baru PJSI akan dilantik Ketua Pengurus PJSI Jawa Tengah. Bertempat di GOR Toraja, pelantikan tersebut akan dilaksanakan pada pukul 09.00.

Mengalami penundaan pelantikan sejak tahun lalu karena pandemi, Ahmad menyebut sulit melakukan pertemuan untuk menyelenggarakan pelantikan kepengurusan PJSI. Kepengurusan yang baru ini menargetkan bisa mencetak atlet Kota Surakarta yang dapat berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) atau tingkat selanjutnya yaitu internasional.

“Selama kepengurusan yang baru sudah mencetak dua atlet yang berkompetisi ditingkat Jawa Tengah yakni pada kejuaraan Prestasi Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Kalau dimasa kepengurusan yang baru ini belum ada atlet yang mencapai kompetisi tingkat nasional,” ungkap Ahmad Bahar saat ditemui di GOR Toraja, Jumat (25/02/2022).

Ahmad mengungkapkan prestasi atlet Judo yang mampu berkompetisi hingga tingkat internasional terakhir pada 2002. Atlet Endang Sri Lestari bisa berkompetisi diajang ASEAN Games 2002 di Busan. Hingga saat ini, Ahmad menyampaikan atlet judo Surakarta belum ada yang mengikuti jejak tersebut.

Mengalami banyak kendala sejak terbentuknya masa kepungurusan, Ahmad menyebut alami kesulitan dalam mencari atlet. Pasalnya tidaklah mudah mencari atlet Judo di Solo.

“Ketika latihan banyak yang datang tapi lama kelamaan berkurang, ya seleksi alam akhirnya tinggal satu dua saja. Ini karena perbedaan di judo cukup susah. Mungkin orang Solo itu begitu datang melihat judo itu ada bantingan, lihatnya ngeri. Kok dibanting. Sedangkan kalau dicabang olahraga bela diri lainnya kaya taekwondo, pencak silat, karate lebih ke permainan. Dijudo lebih agak takut karena bantingan,” tambahnya.

Kendala lain yang dialami yakni dari segi peralatan yang sangat berpengaruh dilatihan judo.ia menyebut harga matras yang cukup mahal menjadi penghambat latihan. Matras tersebut hanya bisa dibeli di luar negeri dengan harga yang cukup mahal yakni Rp  4,5 juta per unit.

Selain itu, Ahmad mengungkapkan tempat yang digunakan latihan menjadi kendala tambahan. dibandingkan olahraga lain seperti karate yang menggunakan matras yang dapat digulung kembali. Matras judo harus terpasang secara permanen sehingga dari segi sarana kurang tercukupi. Minimnya SDM karena kurangnya minat, Ahmad mengaku tidaklah mudah dalam penyediaan sarana.  Namun pihaknya akan tetap mengusahakan penyediaan sarana yang memadai.

Ahmad menjelaskan, PJSI berencana bekerjasama dengan sekolah melalui kurikulum untuk menumbuhkan kepedulian dikalangan pelajar terhadap cabang olahraga judo. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi.

“Untuk saat ini kita sudah kerjasama dengan UNS. Kemudian dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan kerjasama dengan UTP yang merupakan salah satu universitas di Kota Solo yang menyumbangkan atlet dicabang olahraga judo,” ungkapnya.

Selain itu, ajang kejuaraan judo Solo Open 2022 ini diikuti 19 kontingen kabupaten kota se-Jawa Tengah. Berbagai daerah seperti Brebes, Banyumas, Blora, Kudus, Wonogiri, dan Salatiga ikut menyumbangkan atletnya untuk mengikuti kejuaraan ini. Dalam acara tersebut para atlet akan memperebutkan 42 emas ataupun perak dikelas belia sampai junior. Untuk kelas senior akan memperebutkan 19 emas.

Merupakan kegiatan rutin tahunan, kejuaraan judo di Solo baru dilakukan pertama kali setelah beberapa tahun. Ahmad mengungkapkan kejuaraan judo terakhir yakni Rakor Club pada 2017. Hal ini karena situasi dan kondisi pandemi serta biaya yang tidak sedikit untuk melaksanakan pertandingan judo menjadi alasan peniadaan kejuaraan.