SOLO, MettaNEWS – Memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi berkualitas dan ternama, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan 3 Guru Besar baru. Pengukuhan 3 Guru Besar ini akan berlangsung pada Senin (27/11/2023) di Auditorium Moh Djazman, Kampus I UMS.
Sekretaris Rektor UMS Prof., Anam Sutopo.,pada acara Jumpa Pers, Sabtu, (25/11/2023), persiapan Sidang Terbuka Senat UMS dengan agenda Pengukuhan 3 Guru Besar: Prof., Dr., Sabar Narimo, M.Pd., sebagai Guru Besar Ilmu Strategi Pembelajaran, Prof., Ir., Dr., Waluyo Adi Siswanto sebagai guru besar bidang Ilmu Teknik Mesin, dan Prof., Dr., Sri Lestari, M.Si., sebagai Guru Besar bidang Psikologi Umum.
Dalam kesempatan itu, Prof., Anam Sutopo., mengungkapkan dengan bertambahnya tiga guru besar dapat memperkuat posisi UMS sebagai perguruan tinggi berkualitas memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
“Ini merupakan salah satu akselerasi yang dilakukan oleh Pak Rektor, Prof., Dr., Sofyan Anif, M.Si., dalam mewujudkan UMS menjadi World Class University,” tegas Sekretaris Rektor UMS itu.
Prof., Dr., Sabar Narimo, M.Pd., menjadi Guru Besar ke-44 UMS. Dalam pidato pengukuhannya akan mengangkat judul Hasthalaku Sekolah Adipangastuti. Orasi ilmiah ini mengangkat kondisi sekolah-sekolah saat ini, terutama perilaku murid, guru dan semua SDM yang ada di sekolah.
“Kondisi sekolah saat ini mengalami berbagai persoalan. Terutama dalam menyikapi krisis moral pada anak didik. Maka dalam Hasthalaku, konsep budaya Jawa yang mencakup nilai-nilai etika dan perilaku itu yang kita junjung tinggi,” ujar Prof. Sabar.
Prof. Sabar Narimo mengatakan nilai-nilai etika perilaku tersebut seperti gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah. Sikap ewuh pekewuh, pangerten, andhap ashor, tepo seliro.
“Melalui integrasi nilai Hasthalaku, pendidikan dapat menjadi lebih relevan, efektif, dan bermakna bagi siswa. Membantu mereka tidak hanya dalam pencapaian akademis tetapi juga dalam pengembangan pribadi dan sosial,” ungkapnya.
Guru Besar bidang Ilmu Teknik Mesin, Prof., Ir., Dr., Waluyo Adi Siswanto, menyampaikan garis besar isi orasi ilmiah pada Pengukuhan Guru Besar nanti.
“Dalam Ilmu Teknik Mesin itu luas, saya fokus pada komputasi mekanika. Tujuan dari pemaparan nanti akan lebih ke simulasi dan optimasi. Mengingat kita sedang berada di akhir revolusi 4.0 dan mulai masuk ke Civil Society 5.0. Dengan ditandai penggunaan teknologi yang semakin canggih dan digitalisasi,” papar Guru Besar ke-45 UMS itu.
Sementara itu, Guru Besar ke-46 UMS, Prof., Dr., Sri Lestari, M.Si., dalam pidatonya membahas keberfungsian dari keluarga. Menurutnya, kondisi keluarga sekarang yang belum mengoptimalkan keberfungsian keluarga menyebabkan banyak kasus yang muncul. Seperti perundungan, kekerasan, depresi, bunuh diri, dan lain sebagainya.
“Ini sangat memprihatinkan. Saya mengajak keluarga-keluarga untuk menguatkan kembali fungsi keluarga. Agar anak dapat tumbuh dengan optimal, dan menjalani hari dengan bahagia. Dengan demikian, akan menciptakan generasi sejahtera dan empatik. Sehingga keluarga tidak hanya berfungsi untuk menyiapkan makan pagi, tetapi mendidik generasi,” pungkasnya.







