SOLO, MettaNEWS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo mempersolek Koridor Pasar Gede di Jalan RE Martadinata hingga Simpang Ketandan menyerupai Koridor Gatot Subroto (Gatsu).
Kepala DPUPR Kota Solo, Nur Basuki mengatakan desain Koridor Pasar Gede dibuat menyerupai bangunan ikonik Klenteng Tien Kok Sie. Menelan pagu anggaran hingga Rp 2,5 miliar, Koridor Pasar Gede miliki fasilitas berupa kanopi dan pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki dan difabel.
Adapun tujuan dari dipolesnya Koridor Pasar Gede ini ialah untuk menarik minat masyarakat untuk memaksimalkan Gedung Parkir Ketandan yang selama ini masih kurang diminati.

“Alasannya ada gedung parkir dengan Pasar Gede biar ada koridornya karena selama ini belum ada koridornya. Ini sebagai pemicu biar orang mau parkir di Gedung Parkir Ketandan, dengan diberikannya koridor orang ke Pasar Gede jalannya enak,” terangnya saat dihubungi MettaNEWS, Kamis (19/10/2023).
Ia berharap koridor ini tidak digunakan untuk parkir sembarangan dan dapat dimaksimalkan sebagai ruang berkegiatan layaknya Koridor Gatsu yang kini telah digunakan sebagai ruang kreatif berbagai komunitas.

“Harapannya ya jangan buat parkir karena sudah ada gedung parkir jangan parkir sembarangan di koridor itu. di Gedung Parkir Ketandan itu kan ada empat lantai parkir. Kalau fungsinya nanti monggo yang mengelola mau seperti Gatsu itu kan ada Solo Is Solo kalau ada ya diperbolehkan saja selama tidak merusak fasilitas. Setelah kegiatan selesai bersih selama tidak mengganggu kegiatan pasar, jelasnya.
Dengan dipercantiknya Koridor Pasar Gede ini menambah wajah baru Kota Solo yang kian bervariasi. Terletak di salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Solo, koridor ini dapat menumbuhkan geliat masyarakat.

Tim Advokasi Difabel (TAD) ikut dilibatkan dalam pembangunan Koridor Pasar Gede. Ini bertujuan agar koridor tersebut menjadi tempat yang nyaman untuk mereka.
“Tim Advokasi Difabel (TAD) sudah kami ajak ke sana juga kami minta saran mereka bisa menggunakan yang baik atau belum nyaman atau belum sudah kami undang untuk TAD cek. Kalau ada yang kurang biar dicek. Menurut mereka kemarin ini sudah cukup hanya saja ada beberapa tanda berhenti yang penempatannya salah mereka minta digeser,” urainya.

Pembangunan Koridor Pasar Gede ditargetkan rampung pada 17 November mendatang. Saat ini progress pembangunan koridor tersebut telah mencapai 60 – 70 persen.
Sementara itu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa konsep koridor di Pasar Gede dibuat seperti Gatsu dengan leter L.
“Ya mirip-mirip dengan Gatsu memang Itu nanti leter L (dari utara Pasar Gede belok kanan di Simpang Ketandan). Proyeknya akan selesai November,” jelasnya.












