SOLO, Metta NEWS – Tepat pada 1 Februari 2022, masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek, dibawah naungan shio macan air. Kota Solo sendiri menjadi salah satu kota di Indonesia yang menjadi tujuan wisatawan saat perayaan Imlek.
Pada pers conference perayaan Tahun Baru Imlek 2573/2022, Ketua Panitia Bersama Imlek, Sumartono Hadinoto, didampingi beberapa panitia diantaranya Sekretaris Panitia Bersama Imlek Idayanti Willy Santosa, Lilik Setyawan dan Alan Koeshendro (bidang acara) juga perwakilan organisasi diantaranya Efendy (Ketua Perhakkas) dan Wibowo (Pembina Perhakkas), Selasa (25/01/2022) di kantor PMS, menjelaskan perayaan Imlek pada tahun ini diadakan secara sederhana dengan adaptasi kebiasaan baru mengangkat tema ‘Dengan Menjaga Kebhinekaan Kota Solo, Wibawa Tahun Harimau Menghalau Pandemi’.
“Panitia Bersama Imlek sebetulnya tahun ini belum mengadakan acara Imlek. Melihat situasi pandemi belum berakhir. Dua minggu yang lalu pak wali dan pak wawali mampir ke PMS, dan pak wali merasa bahwa situasi pandemi ini kemarin sudah menurun, dan rasanya event-event tahunan di Solo harus segera dimulai dengan mengadaptasi kebiasaan-kebiasaan baru,” jelas Sumartono memberikan keterangan di hadapan puluhan awak media di Solo.
Sebagai pelaksana perayaan Imlek tahun ini, Sumartono mengatakan banyak hal yang tidak diadakan yang biasanya banyak acara pada Solo Imlek Festival, kali ini hanya pemasangan lampion.
“Itupun yang biasanya kami pasang 5 ribu lampion ini hanya 1000 lampion di 3 titik yakni di halaman Balai Kota, jembatan dan tugu jam Pasar Gede dan di jembatan baru dari Ketandan menuju Mayor Kusmanto.
Untuk lampion shio macan dengan panjang 5 meter dari ujung kaki hingga kepala akan dipasang di halaman Balai Kota dan di depannya akan ada lampion dewa uang.
“Filosofinya, dengan adanya dewa uang rejeki di tahun macan ini sepanjang tahun melimpahi kita semua,” harap Sumartono.
Seperti diberitakan mettanews.id sebelumnya, semua penyalaan lampion untuk menghindari kerumunan, Panitia Bersama Imlek memberikan saklar yang diserahkan pada petugas yang menjaga.
“Pak Wali sudah menginstruksikan untuk dikawal ketat oleh satpol, dishub, TNI, Polri dan Satgas Covid agar tidak terjadi kerumunan,” tandas Sumartono.
Sumartono melanjutkan, selain pemasangan lampion, perayaan Cap Go Meh juga kembali diadakan pada Imlek tahun ini. Rencananya Cap Go Meh atau hari kelima belas setelah Imlek ini akan diadakan di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo pada tanggal 15 Februari 2022.
“Cap Go Meh biasanya sarat dengan acara dan 1000 tamu. Kali ini kami batasi hanya 200 tamu, acaranya hanya doa bersama dan penampilan barongsai. Awalnya kami rencanakan ada 10 liong dan barongsai untuk menuju balai kota, tapi setelah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di Solo dengan berbagai pertimbangan omicron mulai masuk Solo jadi kami batalkan,” ungkapnya.
Tidak melupakan kepekaan membantu sesama, pada Imlek tahun ini juga diadakan donor darah bekerjasama dengan Alana Hotel dan Young On Top dengan target 200 peserta.
Sumartono menegaskan, Panitia Bersama Imlek betul-betul menjaga situasi agar tidak terjadi klaster dari spot-spot pemasangan lampion. Oleh karena itu panitia membagi konsentrasi spot foto lampion di 6 titik.
“Ada 6 titik spot selfi, yakni di Taman Sunan Jogo Kali Pucangarum di Pucangsawit, spot foto di halaman Radio Metta Solo FM, di TSTJ dengan background harimau di dalam kandang dan 3 titik yang disiapkan panitia tersebut,” papar Sumartono.
Selain untuk memecah kerumunan massa, Sumartono menyebut untuk tahun ini tidak ada penambahan lampion baru yang biasanya didatangkan dari Luar Negeri karena mepetnya waktu.
“Setiap dua tahun sekali kami memesan lampion baru dari Luar Negeri sekitar 10 ribuan lampion. Ini masih pakai lampion lama yang masih bagus. Kami menghimbau agar masyarakat yang ber swa foto bisa menghindari kerumunan, antri. Dan spot foto sudah kami bagi untuk memecah kerumunan,” pungkas Sumartono.








