Panitia Bersama Imlek Siapkan Cara Ampuh Antisipasi Kerumunan di Lokasi Lampion

oleh
oleh
lampion balaikota
Situasi apapun Solo siap jadi destnasi wisata | Metta NEWS/Puspita

SOLO, Metta NEWS – Lampion Imlek menjadi salah satu yang ditunggu oleh masyarakat Solo dan sekitarnya setiap tahun saat perayaan Imlek. Keindahan lampion Imlek menjadi lokasi favorit masyarakat untuk swa foto maupun berfoto bersama. 

Sudah menjadi langganan, jembatan Pasar Gede, area Pasar Gede, sepanjang jalan Jenderal Sudirman depan Balai Kota menjadi titik titik pemasangan lampion yang setiap tahun ditunggu oleh masyarakat. 

Namun selama dua tahun ini, Panitia Bersama Imlek Kota Surakarta tidak memasang lampion satu pun untuk menghindari terjadinya kerumunan. 

Ketua Panitia Bersama Imlek 2573 Sumartono Hadinoto mengungkapkan, untuk tahun ini Pemerintah Kota Solo meminta kepada panitia imlek agar kembali mengadakan perayaan imlek dengan pembatasan-pembatasan. 

“Atas permintaan Pemkot Solo kita akan pasang hanya 1000 lampion di beberapa titik. Sedangkan untuk perayaannya hanya Cap Go Meh di Balai Kota Solo sebagai perwujudan kebhinekaan di Solo,” tutur Sumartono. 

Sumartono menerangkan ada beberapa cara yang disiapkan oleh panitia dan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengantisipasi kerumunan di titik-titik lampion. 

“Dari tim terpadu seperti TNI, Polri, Satgas Covid ini terus mengawal supaya Imlek tetap berjalan tapi lebih aman karena berkaitan dengan pandemi, makanya di kawal terus,” jelas Sumartono. 

Tidak hanya pemantauan, Panitia Bersama Imlek juga akan memasang saklar di tia grup kabel lampion. 

“Kami akan pasang saklar di tiap grup lampion agar kalau mereka tidak bisa diajak bekerja sama untuk menyadari harus jaga jarak, menghindari kerumunan, cuci tangan, pakai masker dan protokol kesehatan lainnya ya lampion terpaksa kita matikan,” tegas Sumartono. 

Dari tim yang berjaga di lapangan, kata Sumartono juga bisa mematikan sendiri saklar tersebut bila di lapangan terjadi kondisi yang tidak diinginkan terutama dalam penerapan protokol kesehatan. 

“Intinya kami ingin semua berjalan baik, Imlek tetap berlangsung walau dengan sederhana, lampion tetap bisa dinikmati oleh masyarakat luas, tetapi juga tetap aman, sehat dan perekonomian terus bergerak,” tutup Sumartono.