SOLO, MettaNEWS – Kepatihan Solo Art 2023 berlangsung seru, gayeng dan meriah. Event Kepatihan Solo Art mulai dari tanggal 24 hingga 26 Agustus bertempat di Kemasan Kepatihan Kulon, Jebres Solo. Mengawali rangkaian acara Kepatihan Solo Art 2023 adalah festival dan kirab Keleman dengan peserta 20 an kelurahan yang ada di Solo.
Lurah Kepatihan Kulon Hanang Setyawan menjelaskan setelah 3 tahun vakum karena pandemi, Kepatihan Kulon kembali menggelar Kepatihan Solo Art.
“Kami mengangkat potensi Kelurahan Kepatihan Kulon, meskipun kelurahannya kecil tapi memiliki potensi yang tidak kalah juga dengan kelurahan lain. Salah satu potensi yang ada di kelurahan kami adalah kuliner keleman,” ujar Hanang usai kirab keleman, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: Korsleting, Kantor Yayasan Sosial Andhy Hartono di Kepatihan Kulon Terbakar
Hanang menyebut, keleman adalah suatu makanan atau produk olahan yang mungkin bagi anak-anak sekarang adalah makanan jadul.
“Jadi ini sebenarnya makanan yang luar biasa, tidak kalah dengan makanan-makanan yang sekarang. Modern-modern itu tidak juga sehat, untuk itu salah satu kegiatan kami hari ini adalah lomba kreasi keleman tingkat Kota Surakarta. Luar biasa animonya, lebih dari 20 kelurahan Kota Surakarta dapat mengikuti lomba dan kirab keleman,” jelasnya.
Beberapa makanan keleman seperti meniran, gadon, mendut, nagasari, sawut, ketan dan jajanan keleman lainnya tampak meriah disusun dengan rapi.
Pada kesempatan tersebut, Camat Jebres, Dyah Saraswati menambahkan meski kelurahan kecil tapi kegiatanya luar biasa. Bahkan bisa mengundang kelurahan-kelurahan dari kecamatan Jebres untuk bisa berpartisipasi dalam lomba dan kirab keleman.
“Semoga kelurahan-kelurahan lain juga bisa mengikuti. Juga bisa mengundang kelurahan lain di Kecamatan Jebres untuk bisa berpartisipasi,” kata Dyah.
Kepatihan Solo Art tingkatkan perekonomian warga
Dyah mengungkapkan dengan kegiatan mengangkat potensi warga ini dapat memerikan efek yang baik bagi warga Kepatihan Kulon.
“Juga UMKM nya bisa terus maju, laris dan kedepannya memberikan peningkatan ekonomi bagi warga Kelurahan Kepatihan Kulon,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kepatihan Solo Art 2023, Bejo Mulyono mengatakan selain sebagai event rutin tahunan, untuk kali ini event ini masuk dalam rangkaian peringatan HUT ke-78 RI.
“Jadi ini ada rangkaiannya berkaitan dengan 17-an, tapi condongnya tetap ke event kebudayaan ini. Kepatihan Solo Art lahir tahun 2018 namun sempat terhenti karena pandemi, hingga kami adakan kembali hari ini,” ujarnya.
Baca Juga: Meriahnya Aksi Cosplayer di Event Suka Suki Solo
Bejo menyebut, event budaya tahun ini berbeda dari sebelumnya yang berlangsung selama 3 hari. Mulai dari festival keleman Surakarta, gelaran UMKM potensi warga serta pada hari ketiga ada pentas ketoprak kolosal.
“Garis besarnya itu, tetap ada UMKM dan pentas potensi dari masyarakat. Untuk hari terakhir kita anggap sebagai hari puncaknya itu kita mengadakan pentas ketoprak kolosal. Ketoprak kolosal ini sudah biasa warga kerjakan pada event-event sebelumnya. Namun tahun ini kita adakan semua untuk penonton, dengan pentas terbuka tanpa panggung,” pungkasnya.








