SOLO, Metta NEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melepas 1.492 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNS Membangun Desa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) periode Februari-Juli, Selasa (18/1/2022) pagi. Acara pelepasan ini bertempat di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS dan disiarkan secara langsung melalui Zoom Cloud Meeting & kanal Youtube UNS.
Mahasiswa peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa dilepas secara simbolis oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, yang dihadiri secara daring oleh Menteri Desa PDTT RI, A. Halim Iskandar.
Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengatakan, KKN Tematik UNS Membangun Desa menjadi esensi sekaligus mandat bagi mahasiswa dalam memadukan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama berkuliah dengan kondisi atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Dengan sifat idealismenya, mahasiswa menjadi salah satu aset negara yang sangat penting di dalam melakukan pergerakan dan perubahan. Prof. Jamal menekankan, kampus UNS turut mendorong peran dan fungsi mahasiswa untuk mampu berkontribusi dalam pembangunan.
“Peran dan fungsi seorang mahasiswa, tidak hanya belajar dan sukses kuliah saja, namun dengan kekayaan ilmu, ide dan keterampilan, mahasiswa juga harus menjadi sosok yang aktif berkontribusi untuk kepentingan pembangunan dan kemajuan bangsa,” tutur Prof Jamal.
KKN Tematik UNS Membangun Desa sebagai salah satu dari kesembilan aktivitas MBKM mengisyaratkan bahwa pembelajaran dapat terjadi dimanapun, termasuk di lingkungan masyarakat. Melalui interaksi, sinergi, dan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dengan dunia nyata, Prof Jamal optimis bahwa akan lahir talenta-talenta muda yang akan membawa kemajuan bangsa Indonesia.
Pada periode KKN kali ini, UNS merancang empat program besar dalam pemulihan kesehatan dan ekonomi yang hingga kini masih berada di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19. Keempat program tersebut yakni Pengembangan UMKM, Digitalisasi Sektor Produktif, Pemberdayaan Masyarakat, dan Proyek Kemanusiaan. Pemilihan program ini turut didasarkan atas masukan Pemerintah Kota/Daerah yang selama ini menjadi daerah sasaran/tujuan KKN Tematik UNS.
“Dan kami pun sependapat bahwa ada beberapa masalah serius yang saat ini sedang dihadapi pemerintah daerah, yang membutuhkan solusi tepat dalam mengatasi dampak disrupsi, baik yang disebabkan oleh Pandemi Covid -19 maupun kecanggihan teknologi informasi,” ujar Prof Jamal.
Kehadiran mahasiswa KKN Tematik UNS ini diharapkan mampu memotivasi, mengedukasi, dan mendorong tumbuhnya potensi yang dimiliki masyarakat. Disamping itu, Prof Jamal juga berharap, dengan adanya MBKM, mahasiswa mampu mengembangkan soft skill dan passion guna dalam memecahkan persoalan yang bersifat cross sectoral dengan pendekatan ilmu yang multidisiplin.
Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof Ahmad Yunus menambahkan bahwa KKN Tematik UNS Membangun Desa melibatkan 1.492 mahasiswa dan 58 dosen pembimbing lapangan. Pada periode ini, terdapat 10 fakultas yang terlibat.
Sebanyak 60 persen mahasiswa UNS peserta KKN berlokasi di pulau Jawa. Terdapat 14 mahasiswa yang menjalani program KKN di luar pulau Jawa dan 6 mahasiswa yang melaksanakan KKN di Timor Leste.
“KKN Tematik Membangun Desa dalam rangka MBKM pada kali ini kita persilakan untuk menyesuaikan program-program KKN yang sesuai dengan program prioritas pembangunan desa,” ujar Prof Yunus.







