SOLO, MettaNEWS – Kebun binatang Solo Safari menambah satwa baru berupa kura-kura sulcata hibah dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan putranya Jan Ethes Srinarendra.
General Manager Solo Safari, Shinta Aditya mengatakan total ada 27 ekor kura-kura yang dihibahkan sejak 5 Juni lalu.
“Ini sebenarnya hibah dari mas wali dan mas Ethes untuk Solo Safari kita pindahkan dari Loji Gandrung ke Solo Safari. Totalnya ada 27 pieces kura-kura jenis Sulcata yang menjadi salah satu satwa dan keluarga baru Solo Safari,” papar Shinta kepada awak media, Jumat (30/6/2023).
Kehadiran kura-kura sulcata ini menambah keseruan bagi para pengunjung khususnya anak-anak untuk mengenal satwa lebih jauh sekaligus memberikan sensasi berbeda dengan memberikan makan atau feeding.
Kura-kura sulcata ini bersanding dengan singa dan gajah menjadi satwa unggulan Solo Safari. Dampaknya Solo Safari bisa menambah area fidding yang menarik.
“Sebelumnya ada kura-kura tapi jenisnya bukan sulcate. Akhirnya kan jadi spot yang menarik karena banyak dari mereka yang datang ke mari salah satunya mau lihat kura-kuranya mas wali,” kata Shinta.
Dari 27 ekor kura-kura ini, 8 di antaranya merupakan kura-kura besar, 11 kura-kura sedang dan 8 kura-kura bayi.
“Nantinya akan kita taruh di area reptil di area depan sekarang kita lagi siapin tempatnya untuk show. Harapannya pastinya tujuannya selain melestarikan satwa kita juga bisa mengedukasi masyarakat dan anak-anak,” ujar dia.
Pihaknya berharap kura-kura sulcata ini menjadi edukasi tambahan untuk anak-anak sekolah dan murid-murid untuk lebih jauh mengenai satwa Solo Safari. Selain hibah Wali Kota Solo, Solo Safari juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berhibah satwa.
“Permintaan hibah terutama masyarakat yang mememlihara tapi balik lagi dari tipe satwanya apabila dilindungi kami pasti bekerjasama dengan balai konservasi daerah untuk perizinan karena ketika mas wali menghibahkan ada beberapa warga mau untuk menghibahkan kita koordinasi dulu” kata dia.
Solo Safari juga berencana menambah satwa berupa harimau, buaya, kudanil dan kucing hutan pada fase dua yang akan berjalan mulai Juli 2023.
“Nanti fase dua yang akan berjalan di bulan Juli ini ada penambahan harimau. Ada area aviari buaya kudanil, kudanil sekarang ada cuma areanya yang pindah kemudian ada kucing hutan dan beberapa satwa lainnya yang akan hadir di Solo Safari. Diperkirakan selesainya sebelum akhir tahun,” pungkasnya.







