Antisipasi Flare di Liga 1 2023/2024, Panpel Manahan Siapkan Latihan Pengeledahan Kepada Para Steward 

oleh
Ilustrasi massa suporter Persis, Pasoepati | Pasoepati.net

SOLO, MettaNEWS – Panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan Stadion Manahan bakal melatih para Steward, terutama dalam teknis pengeledahan jelang Liga 1 2023/2024. Hal ini untuk mengantisipasi adanya Flare saat perhelatan berlangsung di Stadion Manahan 1 Juli besok.

Langkah ini Panpel ambil menyikapi dari tembusnya Flare saat berjalannya pertandingan uji coba Persis Solo melawan Persebaya Surabaya Sabtu (24/6/2023) malam.

Ketua Panpel Ginda Ferachtriawan mengungkapkan, aksi tersebut menjadi catatan Panpel dalam pola pengamanan laga.

“Itu satu orang yang menyalakan. Setelah itu langsung kita tangkap. Sebelum laga kita juga sudah menyita tiga flare. Mungkin yang lolos itu karena Steward kita masih baru ya, jadi masih awam. Makanya nanti akan kita minta supervisi dari pihak kepolisian untuk personil Steward kita. Bagaimana menutup celah penyelundupan barang terlarang masuk stadion,” urai Ginda Senin (26/6/2023).

Lebih lanjut, permohonan itu akan Ginda sampaikan pada Selasa (27/6/2023) pagi. Sekaligus rakor bersama jelang pelaksanaan kick off Liga 1 di Stadion Manahan Sabtu (1/7/2023) malam.

“Nanti coba saya matur. Untuk waktu pelatihannya Monggo dari pihak kepolisian. Tapi kita harap secepatnya,” ujar dia.

Pelatihan Steward liga 1 ini nantinya akan berlangsung sebelum pertandingan. Bisa satu hari sebelum pertandingan atau pada sore hari sebelum pelaksanaan.

“Kalau mungkin terlalu mepet bisa setelah hari Sabtu. Agar para Steward yang kita siapkan ini paham teknis pengeledahan seperti apa. Supaya kedepan tidak ada lagi kejadian yang tidak kita harapkan,” jelas Ginda.

Ginda mengakui tidak ada seleksi khusus saat rekrutmen para Steward tersebut. Hanya saja para Steward ini memiliki tugas masing-masing.

“Ada yang bertugas moblie, ada yang bersifat statis. Jumlahnya sekitar 300an orang, rata-rata dari Mahasiswa dan bersifat volunteer. Akan kita latih semua,” ujar Ginda.

Selain masalah flare, catatan Panpel juga berkaitan dengan suporter tak bertiket yang datang. Sebab pada pertandingan kemarin ada sekitar 200 suporter tak bertiket.

“Walau tidak masuk, tetapi mereka tetap datang. Cukup membuat repot juga ya, meski akhirnya bisa kita beri pengertian sehingga mereka mau meninggalkan lokasi,” ungkap Ginda.

Dalam rapat pagi ini, pihaknya juga akan menyampaikan beberapa hal. Terutama soal teknis apabila suporter tm lawan memiliki tiket. Menginat sesuai dengan aturan anyar PSSI, dalam liga satu nanti pertandingan tanpa dihadiri suporter tim tandang.

“Nanti ini kita tanyakan pada manajemen, karena kaitannya soal pendistribusian tiket,” tuturnya.

Informasi, dalam pertandingan Liga 1 2023/2024 ini PSSI mengubah beberapa peraturan keamanan stadion. Saat ini pengamanan di dalam stadion harus dari Pampel atau para Steward. Sedangkan Kepolisian yang dulunya ikut menjaga di lapangan hijau kini hanya menjadi garda terdepan sebelum memasuki stadion.