Jawab Tantangan Pendidikan, DKV ISI Surakarta Ikuti FGD Kaji Rekonstruksi Kurikulum dan Pembelajaran

oleh
oleh
dkv isi
DKV ISI Surakarta mengikuti FGD untuk menghadapi tantangan pendidikan | dok DKV ISI

SOLO, MettaNEWS – Berupaya mengikuti perkembangan zaman menjawab tantangan pendidikan dan peningkatan kualitas kurikulum di perguruan tinggi, Prodi DKV FSRD ISI Surakarta ikuti FGD rekonstruksi kurikulum dan pembelajaran. Maka untuk menyikapi hal tersebut, civitas akademik FSRD ISI Surakarta berusaha melakukan peningkatan kualitas kurikulum pendidikan dengan mengadakan FGD (Focus Group Discussion).

Upaya ini dengan mengirimkan beberapa dosen dan Kaprodi DKV untuk mengikuti FGD. Bergabung wakil dosen dan kaprodi perwakilan dari 8 program studi yang ada di FSRD ISI Surakarta lainnya.

Selain itu juga mengundang praktisi, stakeholder, dan mitra dari alumni serta asosiasi pengusaha. FGD berlangsung di Ruang Sidomukti 1 Ballroom, The Royal Surakarta Heritage, selama 3 hari mulai Kamis – Sabtu, (22-24 Juni 2023).

Hadir narasumber yang berkompeten dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yaitu Dr. Zakarias Sukarya Soeteja, M.Sn., Bandi Sobandi, S.Pd., M.Pd., dan Galih Jatu Kurnia, M.Sn. Dengan Moderator Dr. Ir. Choiroel Anam, M.P., M.T. dari UNS.

Dalam sambutan pembukaan FGD, WR II ISI Surakarta Dr. Joko Budiwiyanto, S.Sn., M.A. menjelaskan bahwa aspek teruwujudnya pembejaran yang baik adalah adanya kurikulum yang baik. Selain kurikulum, akreditasi juga menjadi hal penting. Akreditasi yang unggul masih belum cukup, harus mencapai akreditasi internasional.

“Apresiasi yang luar biasa untuk para dosen dan dukungan dari P3AI. Semoga FGD bermanfaat bisa menghasilkan kurikulum yang berkualitas menuju akreditasi internasional. Kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu dan teknologi. Apalagi pasca pandemi, kecepatan perkembangan teknologi semakin luar biasa hingga muncul teknologi AI. Masukan dari industri  sangat penting, karena industri menjadi salah satu test case lulusan kita dan keberhasilan kurikulum. Link and Match pendidikan dengan dunia kerja juga bisa terwujud dengan baik,” tandasnya.

Dekan FSRD ISI Surkarta Dr. Ana Rosmiati, S.Pd., M.Pd. menambahkan, saat ini di ISI Surakarta berjalan 2 kurikulum yaitu kurikulum 2018 dan kurikulum KKNI. Dengan FGD ini harapannya ada masukan untuk perubahan dan peningkatan kurikulum menuju kurikulum OBE (Outcome Based Education) yang semoga bisa terwujud pada semester depan.

Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum yang ikut hadir menyatakan bahwa FGD ini luar biasa dengan pendampingan para ahli di bidangnya.

“Semoga rekonstruksi kurikulum ini segera bisa menghasilkan kurikulum baru yang lebih baik. Dan berkualitas menyesuaikan dengan kemajuan zaman, perubahan kebijakan dari kementerian dan sinkron dengan program MBKM,” tuturnya.

Selain itu Rektor kepada para narasumber berharap senantiasa berkenan mendampingi tidak hanya pada acara FGD ini tapi hingga selesainya peningkatan kurikulum ini.

“Dengan mengikuti kegiatan ini DKV akan lebih maksimal dan peningkatan pembelajaran dengan kurikulum yang mampu menjawab tantangan zaman,” tutup Kaprodi DKV Rendya Adi Kurniawan.