Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dokumentasikan Perayaan Peh Cun di Pekalongan Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026

oleh
oleh

PEKALONGAN, MettaNEWS – Program Mahasiswa Berdampak 2026 tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membuka kesempatan terlibat langsung dalam pelestarian budaya melalui dokumentasi audiovisual. Hal itulah yang dijalani Jihan Saila Khasina, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta saat mengikuti program magang di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan.

Dalam program tersebut, Jihan dipercaya menjadi videografer pada rangkaian Perayaan Peh Cun 2026 yang digelar di Kota Pekalongan. Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Handriyotopo, ia bertugas mendokumentasikan berbagai rangkaian kegiatan budaya untuk kebutuhan publikasi pemerintah daerah sekaligus arsip audiovisual.

Kegiatan lapangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kebutuhan dokumentasi visual di lingkungan pemerintahan. Tidak hanya mengasah kemampuan teknis videografi, mahasiswa juga belajar menyusun strategi pengambilan gambar agar setiap momen penting dapat terdokumentasi secara maksimal.

“Penugasan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperluas pemahaman mahasiswa terhadap dunia kerja, khususnya dalam produksi konten audiovisual berbasis budaya,” kata Handriyotopo dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, mentor magang Dimas Arga Yudha menilai keterlibatan mahasiswa dalam peliputan langsung di lapangan memberikan manfaat besar bagi pengembangan kompetensi dan jejaring profesional.

“Kegiatan dokumentasi liputan yang terjun langsung ke lapangan ini bukan hanya mengasah kemampuan mahasiswa untuk menerapkan materi yang telah diajarkan di kampus ke dunia kerja, tetapi juga menambah jejaring sosial sehingga dapat memperluas koneksi saat sudah menyelesaikan magang nantinya,” ujarnya.

Perayaan Peh Cun sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa di Pekalongan untuk mengenang tokoh Qu Yuan. Tradisi tersebut diwujudkan melalui sedekah laut yang diramaikan dengan berbagai atraksi budaya seperti pertunjukan Liong dan Barongsai.

Pada tahun 2026, perayaan berlangsung pada 19 Juni dengan rangkaian kegiatan dimulai dari Litang Makin Pekalongan dan berakhir di Taman Wisata Laut (TWL) Pasir Kencana. Beragam agenda digelar, mulai dari doa bersama, pertunjukan kesenian, lomba mendirikan telur, hingga prosesi penyempurnaan perahu naga dan sedekah laut.

Selama bertugas, Jihan tidak hanya merekam jalannya acara, tetapi juga menentukan sudut pengambilan gambar di sejumlah titik strategis. Area altar saat ritual inti hingga tepi dermaga saat prosesi pembakaran perahu naga menjadi lokasi penting yang harus didokumentasikan secara utuh agar nilai budaya dan kesakralan acara dapat tersampaikan kepada publik.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga berkolaborasi dengan tim Diskominfo Kota Pekalongan untuk memastikan hasil dokumentasi sesuai kebutuhan publikasi di media sosial dan situs resmi pemerintah daerah. Dokumentasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari arsip audiovisual jangka panjang mengenai kekayaan budaya lokal.

Jihan mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang. Selain memperluas relasi, ia juga mendapatkan kesempatan merasakan langsung dinamika kerja di lapangan.

“Melalui magang ini saya mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari bertemu banyak orang yang menjadi koneksi baru, hingga merasakan langsung serunya bekerja di lapangan dengan menyaksikan berbagai acara penting. Saya juga dapat mencoba berbagai alat produksi foto dan video serta belajar teknik dokumentasi yang tepat agar suasana acara dapat terlihat dan dirasakan melalui hasil visual yang dibuat,” ungkapnya.

Menurut Handriyotopo, keterlibatan mahasiswa dalam dokumentasi acara budaya menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa DKV tidak hanya terbatas pada desain visual, tetapi juga mencakup kemampuan videografi dan strategi dokumentasi yang dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan, termasuk instansi pemerintahan.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam upaya publikasi dan pelestarian budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.