PWM Jateng Kuatkan Ideologi Pimpinan Daerah Lewat Dialog Ideopolitor

oleh
oleh
PWM
Dialog Ideopolitor PWM Jateng untuk menguatkan ideologi dan leadership kepemimpinan | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Dialog Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi), Sabtu-Minggu, (24-25/6/2023). Dialog Ideopolitor ini untuk menguatkan ideologi dan leadership kepemimpinan para Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Penguatan ideologi ini berlangsung pasca terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah Periode Muktamar ke-48.

Sekretaris PWM Jawa Tengah H. Dodok Sartono, S.E., M.M. menjelaskan, Dialog Ideologi ini bertujuan untuk mengakrabkan dan menguatkan team work PDM se-Jawa Tengah. Juga penguatan ideologi Muhammadiyah dan Risalah Islam Berkemajuan.

“Selain dua hal tersebut juga untuk menguatkan manajerial dan leadership kepemimpinan, pengukuhan arah kebijakan PWM Jawa Tengah. Serta bimtek penyusunan Matriks Key Performance Indicator (KPI) dan program kerja PDM se-Jawa Tengah,” jelas Dodok, Sabtu (24/6/2023) di Grand Hotel Solo.

Dodok menerangkan, Dialog Ideopolitor akan berlangsung selama 2 gelombang. Dengan peserta seluruh Anggota PDM se-Jawa Tengah. Gelombang I pada Sabtu-Ahad, 24-25 Juni 2023 di Hotel Grand HAP, Surakarta. Dan Gelombang II pada Sabtu-Ahad, 1-2 Juli 2023 di Hotel Grasia, Semarang.

Hadir pada pembukaan, Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, M.Ag., Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., H. Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag., Sekretaris PWM Jawa Tengah H. Dodok Sartono, S.E., M.M., Bendahara PWM Jawa Tengah Prof. Dr. H. Sofyan Anif, M.Si., Ketua MPKSDI PWM Jawa Tengah Hammam Sanadi, Ph.D. beserta jajaran, serta Anggota PDM se-Jawa Tengah.

Bendahara PWM Jawa Tengah Prof. Dr. H. Sofyan Anif, M.Si. yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia Dialog Ideopolitor Gelombang I menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta di Kota Surakarta.

“Dalam dua hari ke depan, kita akan mendapatkan beberapa materi yang berkaitan dengan penguatan ideologi, dan Risalah Islam Berkemajuan. Tentu ini sebagai upaya kita untuk mengidentifikasi, membreak down Keputusan Muktamar ke-48. Yang terdapat beberapa program-program prioritas. Agar eksistensi Muhammadiyah tidak hanya nasional, melainkan juga internasional,” ucap Sofyan.

Gelombang I Dialog Ideopolitor PWM Jawa Tengah ini melibatkan 200-an peserta anggota PDM se-Jawa Tengah.

Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, M.Ag. menyampaikan bahwa Dialog Ideopolitor dilakukan secara berjenjang mulai di tingkat pusat (PP Muhammadiyah), wilayah (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah), daerah (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), cabang (Pimpinan Cabang Muhammadiyah), hingga ranting (Pimpinan Ranting Muhammadiyah).

Doktor Bidang Islamic Studies UIN Walisongo Semarang ini kemudian menjelaskan urgensi Dialog Ideopolitor bagi para anggota PDM se-Jawa Tengah.

“Mengapa paham harus terus kita bangun? Karena paham agama bersifat dinamis, apalagi dengan masuknya informasi. Paham-paham ini (berbagai paham Islam) berseliweran tiap hari. Maka, ideologi Muhammadiyah wajib untuk kita internalisasi, ideologisasi. Boleh syariah telah final, namun paham agama tidak pernah final,” ungkap Tafsir.

Berkenaan dengan politik, Dr. Tafsir menyampaikan bahwa politik merupakan suatu hal yang penting karena erat kaitannya dengan kekuasaan.

“Tidak mungkin kita tidak bicara politik, tetapi yang kita bahas bukan politik partisan. Tidak mungkin kita tidak bicara politik di masjid sekalipun, tapi bukan politik partisan. Melainkan politik kebangsaan, politik kemanusiaan universal, politik keislaman, bukan politik partisan,” tegas Tafsir.

Kiai Tafsir menegaskan bahwa manajemen dan pengembangan organisasi yang baik sangat menjadi perhatian pada periode kepemimpinan saat ini. Baik di PP Muhammadiyah maupun PWM Jawa Tengah.

Saat ini, PWM Jawa Tengah menjadi pilot project implementasi pengembangan organisasi PP Muhammadiyah.

“Sehingga, manajemen organisasi persyarikatan pada tingkat wilayah hingga ranting di Jawa Tengah akan kami rumuskan dengan komprehensif. Dan dapat melakukan evaluasi secara kuantitatif dalam capaiannya,” ungkap Kyai Tafsir.